Share

Waspada! Suku Bunga Acuan AS Diperkirakan Capai 2% pada Agustus

Antara, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 320 2599280 waspada-suku-bunga-acuan-as-diperkirakan-capai-2-pada-agustus-fvfgbqcZ9g.jpg The Fed diprediksi naikkan suku bunga hingga 2% (Foto: Reuters)

JAKARTA – Suku bunga The Federal Reserve diprediksi mencapai 2% pada Agustus 2022. Presiden Federal Reserve wilayah Kansas City Esther George dia memperkirakan bank sentral AS akan menaikkan suku bunganya menjadi sekitar 2% pada Agustus, dengan tindakan lebih lanjut tergantung pada bagaimana penawaran dan permintaan mempengaruhi inflasi.

"Para pembuat kebijakan Fed telah menekankan komitmen untuk bertindak secepatnya guna memulihkan stabilitas harga, dan saya perkirakan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut dapat menempatkan suku bunga dana federal di sekitar 2,0% pada Agustus, langkah perubahan yang signifikan dalam pengaturan kebijakan," kata George dalam sambutannya yang disiapkan untuk pengiriman ke simposium pertanian yang diadakan oleh Fed Kansas City.

"Bukti bahwa inflasi jelas melambat akan menginformasikan penilaian tentang pengetatan lebih lanjut," tambahnya.

The Fed telah menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi yang berada pada level tertinggi 40 tahun, mengangkat biaya pinjaman jangka pendek dari mendekati nol ke kisaran 0,75% -1,0% sepanjang tahun ini. Ketua Fed Jerome Powell telah mengisyaratkan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga dengan total persentase poin penuh lainnya selama dua pertemuan Fed berikutnya pada Juni dan Juli.

Tindakan bank sentral setelah itu telah menjadi poin utama perdebatan di antara para pembuat kebijakannya. George menggunakan banyak dari pernyataannya yang telah disiapkan untuk menguraikan arus silang yang mempengaruhi ekonomi AS yang membuat penilaian tentang apa yang akan terjadi dengan inflasi sangat sulit: perang Rusia dan penguncian Covid-19 China, misalnya, memukul pertumbuhan global dan mengurangi tekanan inflasi, atau mereka dapat mengganggu kapasitas produksi dunia lebih jauh dan menambah tekanan inflasi.

"Tugas bank sentral adalah mencegah ketidakseimbangan yang terus-menerus dari mengendalikan inflasi dan menurunkan ekspektasi inflasi," kata George.

Kenaikan suku bunga The Fed hanya dapat mengurangi permintaan dan tidak dapat mempengaruhi faktor penawaran yang juga sangat mempengaruhi inflasi, katanya. "Evolusi upayanya bersama dengan faktor-faktor lain akan mempengaruhi jalannya kebijakan moneter, yang membutuhkan pemantauan terus menerus dan hati-hati."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini