Share

Larangan Ekspor CPO Dicabut, Harga Minyak Goreng Curah Sudah Rp14.000/Liter?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 11:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 320 2599298 larangan-ekspor-cpo-dicabut-harga-minyak-goreng-curah-sudah-rp14-000-liter-J9TsBG8mTQ.jpeg Minyak goreng curah. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memastikan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng ditetapkan melalui Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) pangan dasar tersebut.

Saat ini HET minyak goreng curah masih sebesar Rp14.000 per liter.

Juru BPKP Eri Satriana menjelaskan DMO dan DPO minyak goreng disusun berdasarkan kajian intensif.

 BACA JUGA:Harga Batu Bara Turun Hampir 2% Hari Ini, Ini Biang KeroknyaBACA JUGA:Dipegang Luhut, Masalah Harga dan Stok Minyak Goreng Bakal Selesai?

Hasilnya kajian dan pengawasan pun sudah diserahkan kepada kementerian terkait, sebagai salah satu pertimbangan dalam penetapan HET minyak goreng.

"BPKP melakukan pengawasan melalui analisa atau kajian terhadap DPO minyak goreng. Hasil dari pengawasan dan analisa tersebut telah disampaikan kepada pihak terkait," ujar Eri kepada Wartawan, Selasa (24/5/2022).

Saat ini, Kementerian Perdagangan telah menerbitkan aturan terbaru ihwal DMO dan DPO minyak sawit.

Beleid ini untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga minyak goreng dalam negeri setelah dibukanya kembali ekspor CPO.

Beleid tersebut dituangkan melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 30 Tahun 2022 tentang Ketentuan Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein, dan Used Cooking Oil atau minyak jelantah.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan aturan baru ini menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar pemerintah mengatur kembali ekspor CPO, RBD palm oil, RBD palm olein, dan minyak jelantah.

"Pemerintah memastikan bahwa pemenuhan kebutuhan CPO di dalam negeri dan keterjangkauannya bagi masyarakat tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Kami harapkan kerja sama semua pemangku kepentingan untuk menyukseskan kebijakan pengaturan ekspor kembali ini,” kata Lutfi.

Diketahui, pemerintah resmi mencabut larangan ekspor CPO dan turunannya pada Senin (23/5/2022) kemarin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini