Share

Kerugian akibat Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Capai Rp9,9 Triliun

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 320 2599587 kerugian-akibat-wabah-penyakit-mulut-dan-kuku-capai-rp9-9-triliun-RXXHf6rpuj.jpg Ilustrasi sapi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menyatakan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak kini sudah menyebar di 16 provinsi Indonesia.

Hal tersebut diumumkan belum lama setelah Kementan mengumumkan virus PMK hanya ada di dua provinsi, yaitu Aceh dan Jawa Timur.

Direktur kesehatan Hewan (Ditkeswan) Direktorat Jendral PKH (Peternakan dan Kesehatan Hewan) Kementerian Pertanian, Ira Firgorita mengatakan adanyana wabah PMK telah menyebabkan dampak ekonomi untuk Indonesia.

 BACA JUGA:3,9 Juta Hewan Ternak di RI Terjangkit Wabah PMK

"Penyakit ini menyebabkan kerugian yang sangat besar, pasti ada penurunan produktivitas, kalau daging misal penurunan produksi daging, untuk susu yang bakal mengalami penurunan hingga kematian hewan," ujarnya dalam Webinar bersama Kadin, Selasa (24/5/2022).

Ira menjelaskan pada saat adanya wabah PMK otomatis pemerintah melakukan langkah-langkah mitigasi dengan cara melakukan pembatasan aktivitas lalu lintas hewan ternak.

Sebab virus PMK sangat cepat dan mudah untuk menyebar, bahkan bisa melalui udara dan kontak fisik.

Hal tersebut praktis bakal mempengaruhi tata niaga hewan ternak.

"Dari hasil kajian beberapa ahli, bahwa potensi kerugian dari PMK ini bisa mencapai Rp9,9 triliun, bahkan bisa lebih dari itu," sambungnya.

 BACA JUGA:Cegah PMK, Pasar Hewan di Semarang Ditutup Sementara

Ira menjelaskan adanya wabah ini juga berpotensi untuk adanya larangan ekspor untuk hewan ternak.

Karena beberapa negara sudah mengetahui adanya wabah PMK di Indonesia.

"Kita sudah menerima pernyataan untuk penghentian sementara dari Australia, Malaysia untuk ekspor, ini tentu dampak yang harus kita hadapi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini