Share

Jokowi: Jangan Ruwet! Tidak Semua Produk Harus SNI

Raka Dwi Novianto, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 320 2599627 jokowi-jangan-ruwet-tidak-semua-produk-harus-sni-ps2R6xxQsl.jpg Jokowi tegaskan tak semua produk harus SNI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak semua produk harus berlogo SNI. Apalagi untuk produk lokal buatan pengusaha kecil.

Jokowi mendesak Kepala LKPP, Abdullah Azwar Anas agar tidak mempersulit kepala daerah, BUMN ataupun pengusaha lokal agar barang-barang yang digunakan tidak selalu harus di SNI-kan.

"Sekarang sudah saya sampaikan kepada Kepala LKPP, jangan ruwet-ruwet kaya dulu lah. Semua produk harus SNI, semua produk harus SNI, yang kecil-kecil mana bisa. produk-produk lokal mana bisa kalau semuanya diminta SNI semuanya," ujar Jokowi saat memberikan pengarahan terkait Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di JCC, Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Jokowi menyebut bahwa pemberian label SNI tidak diwajibkan bagi semua barang. Menurut hanya barang yang berkaitan dengan keselamatan dan dianggap berbahaya yang harus ber-SNI.

"Ini SNI ini tidak wajib, dulu wajib memang sekarang tidak wajib. Sekarang yang wajib hanya barang-barang yang berkaitam dengan keselamatan itu harus SNI. contoh helm misalnya itu harus SNI bener kalau itu.

Hal-hal yang berbahaya, kabel misalnya, harus SNI," jelasnya.

Namun, Jokowi menyayangkan masih ada pihak yang belum mengerti hal tersebut. Bahkan, masih ada pihak yang ingin batu bata dan pasir di SNI-kan.

"Tapi kalau batu bata masa minta SNI. kapan mereka bisa masuk e-katalog? gak mungkin, logika-logika kita kadang-kadang nabrak-nabrak gak mungkin toh.

Batu diminta SNI, pasir diminta SNI, bata dimintakan SNI. Ya sejak dulu sampai sekarang di e-katalog kita hanya berapa, 52 ribu produk yang masuk dan yang banyak justru yang banyak impor dengan model agregator. beli di sana masukan ke sini, beri merk masukkan ke e-katalog," ungkapnya.

Jokowi pun mewanti-wanti agar tidak sembarangan memasukkan barang impor dengan dalih barang lokal ke e-catalog.

"Ini yang harus dihindari, casingnya aja lokal, dalemnya impor semuanya. hati-hati dengan ini. hati-hati dengan ini. Sekali lagi, dulu yang masuk ke e-katalog itu hanya 52 ribu baru berapa bulan.

Sekarang sudah 340ribu produk dan target kita di akhir tahun harus di atas satu juta dan itu tugas lepala daerah sekali lagi, sekda, kadin, hipmi dan asosiasi pengusaha bersama-sama," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini