Share

Cara agar Tidak Boros di Masa Endemi, Waspada Pengeluaran Bisa Meningkat!

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 11:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 622 2599258 cara-agar-tidak-boros-di-masa-endemi-waspada-pengeluaran-bisa-meningkat-Qr9qIDw7XF.jpg Cara agar tidak boros di masa endemi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Bagaimana cara agar tidak boros di masa endemi?

Saat ini, pemerintah telah memberikan pelonggaran protokol kesehatan (prokes).

Hal ini seiring mulai terkendalinya kasus Covid-19 di Indonesia.

Adanya pelonggaran kebijakan ini, menjadi tanda Indonesia sudah masuk masa transisi dari pandemi ke endemi.

 BACA JUGA:Wamenkes Beri Alasan Indonesia Belum Bisa Masuk Endemi

Adanya sejumlah kebijakan pemerintah yang dilonggarkan, hal ini tentu berdampak pada intensitas aktivitas masyarakat di luar.

Lantas, bagaimana cara agar tidak boros di masa endemi?

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, hal pertama yang harus dilakukan agar tidak boros di masa endemi yakni evaluasi pengeluaran setiap bulan.

Di mana, jumlah pengeluaran harus lebih kecil dibanding penghasilan Anda.

“Kalau bicara transisi pandemi ke endemi coba dilihat pengeluaran selama sebulan, di print mutasi buku tabungannya. Katakan enam bulan lalu sebelum transisi endemi atau tiga bulan yang lalu, coba lihat pengeluaran Anda dan bandingkan dengan print buku tabungan tiga bulan kemudian,” ucapnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (24/5/2022).

 BACA JUGA:Sambut Masa Endemi, KCI Siapkan 1.053 Perjalanan KRL/Hari

Kemudian, Anda bisa mengkategorikan pos pengeluaran. Misalnya untuk biaya transportasi, paket data, biaya makan dalam sebulan.

“Coba dikategorikan pos pengeluaran transport berapa, paket data berapa, makan, belanja bulanan intinya diklaster. Bandingkan tiga bulan lalu dan sekarang ada perubahan nggak. Itu yang perlu dievaluasi terjadi kenaikan karena apa, apa transisi membuat pengeluaran meningkat,” jelas Mike.

Lanjutnya, setelah mengkategorikan pos pengeluaran, maka Anda bisa mengecek dana apa yang terpakai untuk membayar pos pengeluaran tersebut. Adapun pos pengeluaran harus cukup dipenuhi dengan gaji yang ada.

“Kemudian bayarnya pakai apa? Apakah pas dengan gaji sehingga tidak menggangu tabungan, bahkan masih bisa cover atau ada pengeluaran sejumlah tertentu yang pakai kartu kredit atau paylater. Supaya tidak boros, Anda evaluasi dulu tiga bulan terakhir kemudian lihat kenaikannya ada di mana,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini