Share

Rupiah Ditutup Menguat 43 Poin ke Rp14.617/USD

Anggie Ariesta, Jurnalis · Rabu 25 Mei 2022 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 320 2600148 rupiah-ditutup-menguat-43-poin-ke-rp14-617-usd-M1oLHGUXTh.jpg Rupiah menguat hari ini. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah hari ini, Rabu (25/5/2022) ditutup menguat 43 poin di level Rp14.617 dari penutupan sebelumnya di level Rp14.661.

Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.600 - Rp14.650.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks menguat hari ini imbas melemahnya pasar karena kemungkinan Federal Reserve menempatkan misi kenaikan suku bunganya di akhir tahun ini semakin cepat.

 BACA JUGA:Rupiah Terdepresiasi 2,87%, Ini Penyebabnya

“Dan komentar Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan suku bunga zona euro kemungkinan akan berada di wilayah positif pada akhir kuartal ketiga,” ujar Ibrahim dalam risetnya, Rabu (25/5/2022).

Komentar Lagarde menyiratkan peningkatan setidaknya 50 basis poin pada suku bunga deposito dan memicu spekulasi kenaikan yang lebih besar musim panas ini.

Imbal hasil Treasury 10-tahun AS naik tipis menjadi 2,7631%, setelah turun ke level terendah hampir satu bulan di 2,718% semalam.

Anggota Fed termasuk Ketua Jerome Powell baru-baru ini menggelar karpet merah untuk dua kali kenaikan suku bunga 50 basis poin pada dua pertemuan berikutnya yang akan memberi bank sentral ruang bernapas untuk menilai kembali ancaman inflasi yang semakin mengakar.

“Investor mengawasi prospek kebijakan moneter dengan kekhawatiran potensi resesi yang disebabkan oleh pengetatan kebijakan moneter. Risalah dari pertemuan Fed terakhir akan dirilis hari ini, investor mengharapkan lebih banyak petunjuk tentang apakah pengetatan akan berlanjut,” jelas Ibrahim.

Dari sentimen domestik, euforia Bank Indonesia mempertahankan suku bunga tetap di 3,25 persen dan inflasi yang tinggi, membuat arus modal asing kembali masuk ke pasar dalam negeri sehingga kencangnya aliran dana tersebut membuat mata uang kembali perkasa. Namun euforia ini hanya bersifat sementara karena pelaku pasar saat ini condong ke bank sentral AS yang akan Kembali menaikan suku bunga acuan sebesar 50 basis point.

Selain itu, pasar juga memantau perkembangan program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau Tax Amnesty tahap II sampai tanggal 20 mei 2022, jumlah Pajak Peghasilan (PPh) yang terkumpul sebanyak Rp.9,25 triliun, sedangkan jumlah harta bersih yang diungkap sebesar Rp.91,6 triliun.

 BACA JUGA:Tekuk Dolar AS, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp14.410

Pengungkapan harta bersih wajib pajak (WP) senilai Rp.91,6 triliun terdiri dari deklarasi harta dalam negeri dan repatriasi sebesar Rp79,21 triliun, kemudian deklarasi harta luar negeri sebesar Rp.6,99 triliun, dan investasi dalam bentuk surat berharga negara (SBN) sebesar Rp.5,4 triliun. Sedangkan penempatan dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) baik rupiah maupun dolar, serta dalam bentuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Terdapat 46.676 WP yang telah mengikuti PPS dengan 54.081 surat keterangan yang sudah dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan. Kemudian dari sisi jumlah peserta, mayoritas peserta PPS memiliki harta kekayaan Rp.1 miliar hingga Rp.10 miliar sebanyak 19.003 WP. Sedangkan, peserta dengan harta kekayaan Rp.10 miliar hingga Rp.100 miliar sebanyak 14.742 WP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini