Share

Luhut Heran Ada yang Menjelekan Ekonomi RI Tanpa Data, Siapa Dia?

Viola Triamanda, Jurnalis · Rabu 25 Mei 2022 17:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 320 2600267 luhut-heran-ada-yang-menjelekan-ekonomi-ri-tanpa-data-siapa-dia-2vM6awuBGC.jpg Luhut soal ekonomi RI. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini terbilang baik.

Dia menyebut ekonomi RI akan terus bertumbuh naik selama beberapa tahun ke depan hingga 2045.

"Saya heran ada yang menjelek-jelekkan Indonesia dan banyak yang berbicara tanpa data, padahal infasi kita sangat kecil dibandingkan negara lain, hanya 3,5%. Dan seperti kita tahu, inflasi dapat menjadi tolak ukur perekonomian suatu negara," ujarnya dalam Seminar Nasional, Rabu (25/5/2022).

Menurutnya, kekayaan Indonesia yang melimpah jika diatur dengan bagus tentunya akan berbuah manis dan meningkatkan perekonomian.

 BACA JUGA:Utang RI Capai Rp7.000 Triliun, Menko Luhut: Itu Masih Kecil, Tidak Masalah

"Karena semuanya dimanage dengan baik, ekspor kita saat ini bagus, impor juga bagus, pajak kita juga bagus bahkan tahun ini lebih dari 300 Triliun, saya harap semua pihak mendukung perekonomian jangan ada yang berpikir dengan tidak positif begitu," ucapnya.

Selain itu kehebatan Indonesia juga dapat dinilai dari strategi penangan Covid-19.

Pasalnya penanganan yang handal membuat pandemi memulih lebih cepat.

Sehingga tidak ada lagi alasan pertumbuhan ekonomi terhambat pandemi.

 BACA JUGA:Luhut Diminta Presiden Jokowi Atasi Masalah Minyak Goreng, Apa Tugasnya?

"Tiga indikator yang kami gabungkan menjadi satu untuk penanganan pandemi adalah Facebook Mobility, Google Traffic, Intensitas Cahaya di malam hari dari NASA. Hal ini berhasil sehingga dengan pemulihan covid yang kuat dan penanganan ekonomi yang handal maka Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi yang baik," jelasnya.

"Mana yang mau bilang Indonesia jelek? ini saya ngomong berdasarkan data, yang menjelekkan Indonesia itu bukan orang Indonesia" tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini