Share

Pengelola RS Hermina Mau Bagi-Bagi Dividen Rp89 Miliar

Anggie Ariesta, Jurnalis · Kamis 26 Mei 2022 08:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 26 278 2600510 pengelola-rs-hermina-mau-bagi-bagi-dividen-rp89-miliar-H9vdMgMLd4.jpg Medikaloka Hermina bagikan dividen (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) akan membagikan dividen tunai senilai Rp6 per saham atau sebesar Rp89 miliar. Pembagian dividen pengelola RS Hermina ini telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 25 Mei 2022.

Direktur HEAL Aristo Setiawidjaja mengatakan, besaran dividen tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya membagikan senilai Rp5 per saham.

“Pada tahun lalu, kami membagikan dividen senilai Rp5 per saham, sehingga dividen saat ini naik dibanding tahun lalu,” katanya dikutip Kamis (26/5/2022).

Perlu diketahui, jumlah laba bersih HEAL untuk tahun buku 2021 mencapai Rp1 triliun atau jauh lebih besar dibanding pada 2020 yang senilai Rp473,22 miliar.

Adapun pada tahun ini HEAL menargetkan laba bersih sekitar Rp600 miliar sampai Rp700 miliar.

Sementara itu, jumlah pendapatan perseroan untuk Tahun Buku 2022 diperkirakan berkisar Rp5 triliun-Rp5,5 triliun.

"Perkiraan pendapatan sekitar Rp5 triliun-Rp5,5 triliun itu lebih rendah dari 2021. Namun jika dibandingkan dengan masa sebelum Covid-19, ini masih menunjukkan peningkatan belasan persen (CAGR 2019-2022)," ungkap Aristo.

Sebagai informasi, Pendapatan Hermina di sektor rawat inap meningkat Rp1,24 triliun, dari Rp2,86 triliun pada 2020 menjadi Rp4,10 triliun pada 2021. Selain itu, sektor rawat jalan RS Hermina yang memiliki 32 cabang ini juga naik menjadi Rp1,68 triliun.

Lebih lanjut, beberapa lini bisnis non rumah sakit yang turut menyumbang laba bersih Hermina di antaranya pendapatan manajemen Rp3,45 miliar dan aset kerja sama operasional (KSO) yang mencapai Rp34,54 miliar.

Rumah sakit yang didirikan sejak tahun 1985 ini tercatat mengalami peningkatan biaya keuangan Rp143,19 miliar dan beban usaha yang mencapai Rp1,26 triliun.

Namun, penghasilan lainnya yang diperoleh perusahaan juga meningkat cukup drastis, yakni meningkat 96 persen dari Rp71,74 miliar di tahun sebelumnya menjadi Rp140,63 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini