Share

Investor Yakin Sektor Properti Mulai Bangkit Akhir 2022

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Kamis 26 Mei 2022 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 26 470 2600741 investor-yakin-sektor-properti-mulai-bangkit-akhir-2022-noLisAuCw8.jpeg Investor yakin sektor properti bangkit tahun ini (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Investor properti yakin bahwa sektor ini akan bangkit pada kuartal IV 2022. Hal ini diungkap Knight Frank Indonesia dalam survei bertajuk Indonesia Property Survei yang diikuti berbagai pelaku properti.

Survei tersebut merangkum pandangan terkini mengenai pasar properti di Indonesia, khususnya awal tahun 2022.

Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat menyebutkan sebagian besar responden menilai bahwa kenaikan PPN, tingginya inflasi, dan krisis ekonomi global akan sangat berdampak terhadap perkembangan sektor properti saat ini.

"Namun optimisme tetap tergambar, apalagi dengan masih adanya insentif PPN DTP yang bisa membantu menggenjot performa subsektor residensial," katanya, Kamis (26/5/2022).

Lebih detail Syarifah memaparkan, sejumlah 90% responden menggambarkan optimisme terhadap akan pulihnya sektor properti di tahun 2022, dikuti dengan 57% responden yang mengindisikasikan bahwa sektor properti akan sepenuhnya bangkit di kuartal keempat tahun ini.

"Namun, survei juga mencatat beberapa potensi tantangan dan resiko dalam bangkitnya sektor properti," jelasnya.

Kemudian diterangkan Syarifah, sekitar 66% responden mengungkapkan bahwa naiknya gelombang inflasi di ranah global dan nasional akan sangat berdampak pada pemulihan sektor properti.

Survei juga mencatat, 60% responden menilai, subsektor residensial masih mendominasi sebagai sektor properti yang mampu memiliki performa positif bahkan ditengah berbagai tantangan di atas.

Menariknya lagi, Indonesia Property Survey juga mengungkapkan bahwa selain wilayah Jabodetabek, beberapa kota wisata diprediksi sebagai lokasi yang potensial untuk investasi properti dalam periode 3-5 tahun ke depan, termasuk Bali, Lombok, dan Labuan Bajo.

Tak hanya itu, Penajam Paser Utara, sebagai calon Ibu Kota Negara (IKN) juga dianggap sebagai kota yang potensial untuk investasi properti.

Country Head Knight Frank Indonesia, Willson Kalip mengatakan rencana pemerintah memindahkan IKN dari Jakarta ke Penajem Paser Utara menjadikan kota tersebut dinilai cukup prospektif untuk investasi properti beberapa tahun ke depan selain Jabodetabek.

"Perspektif baru juga terbentuk di mana potensi investasi properti melebar dari kawasan bisnis strategis konvensional, namun juga dapat dilakukan pada wilayah dengan pergerakan ekonomi yang berpusat pada pariwisata seperti Bali, Lombok, dan Labuan Bajo," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini