Share

India Batasi Ekspor Gula, Dampaknya ke RI?

Heri Purnomo, Jurnalis · Sabtu 28 Mei 2022 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 28 320 2601737 india-batasi-ekspor-gula-dampaknya-ke-ri-sOE5RCBx69.jpg India batasi ekspor gula (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah India berencana membatasi ekspor gula sebanyak 10 juta ton untuk tahun pemasaran yang berlangsung hingga September 2022. Pembatasan ekspor tersebut dilakukan untuk menjaga harga gula di dalam negeri tetap terkendali serta mempertahankan stok gula.

Direktur Riset Center of Reform and Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan kebijakan India yang membatasi ekspor akan berdampak terhadap harga gula di pasar global.

"Kalau india melarang ekspor gula, harga gula di pasar global akan naik. Indonesia kan importir gula. Jadi, harga gula impor akan naik," ujarnya kepada MNV portal, Sabtu (28/5/2022).

Piter menambahkan dengan adanya pembatasan ekspor gula yang dilakukan pemerintah India juga dapat mendorong keniakan inflasi. Menurutnya hal tersebut akan terjadi terhadap produk turunannya.

"Dampak turunannya panjang, makanya inflasi bisa terdorong naik," katanya.

Piter menjelaskan bahwa saat ini kebutuhan kebutuhan gula nasional sekitar 6 juta ton. Sementara produksi gula nasional hanya sekitar 2.1 juta ton. Kendati demikian, seiring kebijakan tersebut, Pitter mengatakan stok gula nasional saat ini masih tergolong cukup.

Selain itu, untuk mengantisipasi adanya kenaikan harga gula di Indonesia, Piter mendorong pemerintah untuk melakuakan solusi jangka panjang dengan melakukan swasembada dengan meningkatkan produksi gula.

"Tidak ada solusi jangka pendek, pemerintah harus mendorong swasembada gula dengan meningkatkan produksi gula dalam negeri," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini