Share

Menteri Basuki Ungkap Penyebab Banjir Rob di Semarang, Singgung soal Dampak Perubahan Iklim

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Minggu 29 Mei 2022 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 29 320 2601993 menteri-basuki-ungkap-penyebab-banjir-rob-di-semarang-singgung-soal-dampak-perubahan-iklim-8B8gQMY5B5.jpg Menteri Basuki ungkap penyebab banjir rob di Semarang. (Foto: PUPR)

JAKARTA - Menteri Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan perubahan iklim merupakan dampak yang nyata.

Dia menegaskan jika tidak segera diatasi bersama, maka cepat atau lambat akan berdampak besar untuk masyarakat.

Seperti misalnya yang belum lama dirasakan masyarakat di Semarang, Tengah yang terdampak Banjir Rob dari Laut Jawa.

 BACA JUGA:Sempat Banjir, Jalan Perimeter Selatan Bandara Soetta Sudah Bisa Dilalui

Tentu banjir rob di Semarang bukan yang pertama, karenya seringnya bahkan pemerintah membuat tanggul agar tidak terdampak banjir rob.

Akibat perubahan iklim kenaikan muka air laut makin hari makin meningkat, yang bahkan kondisinya sudah di atas permukaan tanah.

Menteri Basuki menyebut pembanguann tanggul di Semarang sebetulnya sudah mengkur dari kenaikan air laut sebelumnya.

Namun, nyatanya kemarin tetap saja air laut lebih tinggi dari permukaan tanah yang menyebabkan beberapa wilayah di Semarang terendam air laut yang sudah barang tentu banyak merugikan masyarakat.

"Terkena dampak perubahan iklim di Semarang, Jawa Tengah yakni banjir rob. Parapet yang dibangun berdasarkan data terakhir banjir rob setinggi sekitar 1,8 meter di atas muka laut, pasang naiknya sehingga kita bikin parapet 2 meter," kata Menteri Basuki pada keterangan tertulisnya dikutip Minggu (29/5/2022).

Sedangkan tinggi air laut yang terjadi saat banjir rob kemarin mencapai 2,1 materi. Kenaikan muka air laut itu tergolong signifikan.

 BACA JUGA:Waspada! Hujan Lebat di Sejumlah Daerah Potensi Berdampak Banjir

Adapun banjir rob tersebut mengalami kenaikan setidaknya 30 cm.

"Karena fenomena perubahan iklim air pasang tinggi melebihi jadi 2,1 meter," sambungnya.

Pelepasan emisi karbon yang tidak bisa dibendung bakal membuat perubahan iklim semakin cepat siginifikan tejadi.

Menteri Basuki berharap bersama dengan negara-negara yang tergabung di Forum Global Platform On Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 bisa saling bekerja sama untuk mengatasi dampak dari perubahan iklim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini