Share

Menteri Basuki: Pembangunan Infrastruktur Pengelolaan Sampah Perlu Dukungan Pemkot

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Selasa 07 Juni 2022 20:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 07 470 2607446 menteri-basuki-pembangunan-infrastruktur-pengelolaan-sampah-perlu-dukungan-pemkot-1ZBGDtJ3Tt.JPG Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan penanganan masalah sampah dapat dilakukan melalui dua aspek.

Pertama adalah dengan cara yang struktural seperti membangun infrastruktur persampahan dan non struktural seperti mendorong perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur pengolahan sampah skala kawasan efektif untuk mengatasi volume sampah sehingga tidak menjadi besar karena dapat dilakukan mulai dari sumber, yaitu TPA (tempat pembuangan akhir).

 BACA JUGA:PUPR Teken Pembelian Produk Dalam Negeri Rp778 Miliar

"Dukungan pemerintah kabupaten atau kota juga diperlukan terutama dalam penyediaan lahan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada keterangan tertulisnya, Senin (6/6/2022).

Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti menyebut saat ini pemerintah tengah melakukak kerjasama dengan pemerintah Jerman dalam program Emission Reduction in Cities-Solid Waste Management (ERIC-SWM).

Dukungan pembangunan Kementerian PUPR mencakup penyusunan desain TPA sampah dan fasilitas pendukungnya, pekerjaan konstruksi TPA sampah dan fasilitas pendukungnya, serta pengadaan alat berat pendukung. Konstruksinya dilaksanakan oleh kontraktor PT. Adhi Karya.

"Terdapat 4 kota/kabupaten lain yang menjadi pilot dalam program tersebut, yakni Kota Jambi, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Jombang. Di Jombang ini adalah pengembangan TPA yang terakhir tengah diselesaikan lewat program ERIC-SWM," sambung Dirjen Diana.

 BACA JUGA:Jelang Waisak 2022, PUPR Siapkan Hunian untuk Wisatawan di Borobudur

Diana menjelaskan program ERIC-SWM dimaksudkan untuk memberikan kontribusi dalam pelaksanaan strategi perubahan iklim di Indonesia, khususnya di daerah perkotaan melalui investasi fasilitas pengolahan sampah rumah tangga secara ramah lingkungan dan higienis.

Dia menambahkan kalau keistimewaan dari pengembangan TPA melalui program ERIC-SWM ini adalah sampah yang masuk ke TPA akan dipilah berdasarkan jenisnya untuk kemudian diolah ulang (recycle).

“Sampah yang masuk dipilah, untuk sampah plastik akan diolah ulang menjadi briket dan sebagainya, sementara sampah lainnya diolah untuk menjadi produk seperti humus yang dikenal sebagai kompos. Jadi ini pengolahan sampah terpadu, air lindi juga diolah sehinggga buangan airnya tidak mencemari kondisi air,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini