Share

Menteri Basuki Ajukan Anggaran Rp98 Triliun Bangun Insfrastruktur 2023

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Kamis 09 Juni 2022 19:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 09 470 2608850 menteri-basuk-ajukan-anggaran-rp98-triliun-bangun-insfrastruktur-2023-zVNtYystxO.JPG Menteri Basuki ajukan anggaran Rp98 triliun untuk bangun infrastruktur. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekejaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memiliki rencana kerja tahun 2023 senilai Rp98 Triliun.

Hal tersebut rencananya bakal digunakan untuk beberapa pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.

"Berdasarkan Surat Bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan tanggal 18 April 2022 ditetapkan pagu indikatif Kementerian PUPR tahun 2023 sebesar Rp98,21 triliun," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam Rapat Kerja bersama DPR RI, Kamis (9/6/2022).

 BACA JUGA:Lantik Pejabat Baru PUPR, Menteri Basuki: Jangan Menyalahgunakan Kewenangan

Menteri Basuki memaparkan anggaran tersebut bakal digunakan untuk beberapa hal di 4 Direktorat Jendral dibawahnya.

Pertama untuk Ditjen Bina Marga akan dialokasikan sebesar Rp40,25 triliun.

Dana tersebut bakal digunakan untuk pembanguann infrastruktur jalan senilai Rp22,4 triliun, infrastruktur jembatan Rp4,7 triliun, peningkatan aksesibilitas flyover/underpass sepanjang 1,1 Km sebesar Rp460 miliar.

Selain juga akan dilakukan presevasi rutin jalan dan jembatan nasional, revitalisasi jembatan gantung dan drainase sebesar Rp7,7 triliun.

Pagu indikatif untuk Ditjen Bina Marga itu juga bakal digunakan untuk peningkatan konektivitas jalan tol sepanjang 15 KM senilai Rp2,55 triliun.

Selanjutnya pagi indikatif tersebut juga dibagi untuk Ditjen Sumber Daya Air (SDA) senilai Rp35,89 triliun. Pagu indikatif tersebut bakal digunakak Ditjen SDA untuk melakukan pembangkangan 23 bendungan sebesar Rp9,52 triliun.

Pembangunan saluran irigasi dan rawa dianggarkan senilai Rp5,37 triliun, pengembangan air tanah dan air baku Rp2,59 triliun, serta operasi dan pemeliharaannya senilai Rp7,99 triliun. Selian itu pengendali daya rusak dimanggarai Rp6,32 triliun, pengadaan tanah Rp1,73 triliun, dan dukungan teknis lainnnya senilai Rp780 miliar.

Selanjutnya anggaran untuk Ditjen Cipta Karya mendapat pagu anggaran sebesar Rp14,25 tirliun untuk tahun 2023 yang bakal digunakan untuk mendukung beberapa kegiatan.

Misalnya seperti pemeliharaan dan pengembangan sektor air minum sebesar Rp3,54 tirliun, sanitasi sebesar Rp3,22 triliun.

Lalu juga diberikan untuk penataan kawasan permukiman sebesar Rp1,28 triliun, bangunan gedung Rp1,6 triliun, pengembangan rehabilitasi dan renovasi sarana dan prasarana pendidikan sebesar Rp3,06 triliun, serta pembanguan, Rehabilitasi, renovasi sarana olahraga dan pasar sebesar Rp330 miliar.

Selain itu pagu anggaran juga diberikan untuk Ditjen Perumahan yang sebesar Rp5,94 triliun, yang terdiri dari beberapa pembangunan perumahan hingga renovasi.

Untuk pembuangan rumah susun, pada tahun 2023 dianggarkan senilai Rp1,9 triliun untuk membangun sebanyak 3.244 unit.

Selanjutnya untuk pembuangan rumah khusus sebesar Rp400 miliar sebanyak 2.484 unit, bantuan rumah swadaya sebesar Rp2,72 triliun untuk membangun sebanyak 103.000 unit.

Pembanguan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) untuk rumah umum dan komersial senilai Rp400 miliar sebanyak 27.825 unit, dan dukungan manajemen sebesar Rp520 miliar.

Disamping itu juga ada dukungan Manajamen Ditjen Bina Konstruksi, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur, BPIW, BPSDM, Sekretariat Jenderal, serta Inspektorat Jenderal, yang dianggarkan senilai Rp 1,86 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini