Share

Bangun Ibu Kota Baru, Menteri Basuki Butuh 43,7 Triliun hingga 2024

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Jum'at 10 Juni 2022 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 10 470 2609141 bangun-ibu-kota-baru-menteri-basuki-butuh-43-7-triliun-hingga-2024-ypOLOIohzI.png IKN Nusantara. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan kebutuhan dana untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada tahap awal hingga tahun 2024 sebesar Rp43,73 triliun.

Menteri Basuki menyebut nilai tersebut diluar dari pagu indikatif tahun 2023 yaitu sebesar Rp98 Triliun yang hanya dibagi ke dalam 4 direktorat jendral dibawanya, yaitu Ditjen Cipta karya, Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, dan Perumahan.

"Kebutuhan semua untuk Membangun IKN antara 2022 hingga 2024 sebesar Rp43,73 triliun, sedangkan untuk tahun 2022 dibutuhkan Rp5,07 triliun," ujar Menteri Basuki dalam Rapat Kerja Bersama Komisi V DPR RI, dikutip Jumat (10/6/2022).

 BACA JUGA:Jadi Penopang IKN, Maskapai Ini Buka Rute Jakarta-Mamuju-Balikpapan

Adapun anggaran tersebut dijelaskan Menteri Basuki hanya khusus untuk membangun saran dan prasarana publik.

Seperti jalan tol, jalan nasional, kantor Presiden, serta kantor Wakii Presiden.

"Selain itu juga kantor-kantor Kemenko, dan Kemensetsneg, kemudian air baku, dan drainase-drainase yang memang khusus untuk prasarana dasar," lanjutnya.

Menteri Basuki menambahkan saat ini sudah ada beberapa proyek di IKN yang dilakukan pelelangan oleh Ditjen Cipta Karya.

Serta ada juga yang baru akan dilakukan lelang pada bulan Juni ini.

Sehingga melalui pelelangan tersebut kebutuhan anggaran untuk membangun IKN pada tahun 2022 bisa berkurang dari yang sebelumnya menyerap hingga Rp5 triliun.

"Sekarang sudah ada beberapa yang sudah lelang di Cipta Karya, namun ada beberapa yang baru akan lelang Juni ini, jadi kemungkinan tidak akan menyerap Rp5 triliun tapi sekitar Rp4,3 triliun," sambungnya.

Menteri Basuki menambah pada tahun 2022 ini setidaknya terdapat 3.572 paket yang harus dilelangkan.

Angka tersebut menurutnya hampir 90% terealisasi. Sehingga masih ada 265 paket yang belum di lelang.

"Selanjutnya Ada 8 yang gagal ini kita lelang ulang," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini