Share

Keren! Produsen Gitar Indonesia Cetak Penjualan Rp31 Miliar di AS

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Sabtu 11 Juni 2022 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 11 455 2609661 keren-produsen-gitar-indonesia-cetak-penjualan-rp31-miliar-di-as-aIYv1Atv2X.JPG Produsen gitar Indonesia catat penjualan besar di AS. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Produk alat musik Indonesia berhasil mencatat transaksi potensial sebesar USD2,17 miliar atau sebesar Rp31 miliar di pameran The National Association of Music Merchants (NAMM) Show.

Pameran tahunan alat musik terbesar di dunia itu kembali digelar tahun ini setelah sebelumnya absen selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.

Keikutsertaan Indonesia pada pameran ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Pada pameran yang berlangsung pada 3–5 Juni 2022 di Anaheim Convention Center, Amerika Serikat (AS) itu, Paviliun Indonesia menghadirkan tiga produsen alat musik Indonesia yaitu yaitu Genta Guitar, Gula USA, dan Dr. Case yang menampilkan berbagai instrumen musik dan perlengkapannya dengan kualitas premium.

 BACA JUGA:4 Event Internasional yang Pernah Digelar di Jakarta, Konser Musik hingga Pesta Olahraga

Produk-produk tersebut juga telah melalui proses kurasi oleh ITPC Los Angeles sehingga layak ekspor dan dapat memenuhi permintaan pasar AS.

“Sudah saatnya Indonesia hadir percaya diri dengan merek sendiri karena selama ini Indonesia hanya memproduksi bagi merek besar dunia. Hal ini menjadi penting sebagai tolak ukur bagi perkembangan industri alat musik tanah air,” ujar Kepala ITPC Los Angeles, Bayu Nugroho, Sabtu (11/6/2022).

Bayu menjelaskan, produk alat musik dan pengeras suara asal Indonesia juga mendapatkan preferensi tarif khusus untuk masuk ke pasar AS melalui skema generalized system of preference (GSP).

“Dengan GSP, alat musik Indonesia mendapatkan keuntungan kompetitif yaitu keringanan/tanpa bea masuk untuk memasuki pasar AS dibandingkan produk serupa dari negara lain,” imbuh Bayu.

Selain itu, lanjut Bayu, berkembangnya industri musik dunia sangat berdampak juga terhadap tingginya permintaan alat musik sebagai sarana penunjang para musisi untuk berkreasi.

Berdasarkan data dari Global Trade Atlas, pada 2021, Indonesia merupakan pemasok alat musik terbesar kedua di AS setelah Tiongkok dengan pangsa pasar sebesar 12,48% atau sebesar USD192 juta.

Sedangkan untuk potensi ekspor alat musik petik, terutama gitar, nilai ekspor produk Indonesia ke AS pada 2021 meningkat sebesar 59,95% dari tahun sebelumnya dengan total nilai USD28,1 juta dan pangsa pasar sebesar 14,24%.

The NAMM Show pertama kali digelar yaitu 121 tahun yang lalu.

The NAMM Show menampilkan lebih dari 3.500 perusahaan yang berasal dari berbagai negara dan dihadiri ribuan musisi dan buyer pada industri musik.

Ajang ini merupakan tempat berkumpulnya industri produk alat musik global dan menjadi acuan tren alat musik yang dimanfaatkan berbagai jenama besar dunia untuk meluncurkan produk dan teknologi terbaru mereka.

The NAMM Show 2023 akan kembali diselenggarakan di Anaheim, California. ITPC Los Angeles Indonesia berencana untuk berpartisipasi kembali dan memperluas promosi alat musik, aksesori, dan teknologi musik asal Indonesia. Nantinya, ITPC Los Angeles juga akan membawa lebih banyak pegiat dari industri musik tanah air.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini