Share

Bantu Perajin Lokal, Pria Ini Bangun Bisnis Furnitur dengan Omzet Puluhan Juta Rupiah

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 16 Juni 2022 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 16 455 2612507 bantu-perajin-lokal-pria-ini-bangun-bisnis-furnitur-dengan-omzet-puluhan-juta-rupiah-M7sum322z8.jpg Kisah pria bangun bisnis Uwitan dengan omzet puluhan juta rupiah. (Foto: Okezone)

YOGYAKARTA - Kisah pria bernama Aji Akbar Titimangsa yang sukses membangun bisnis furnitur.

Dia mengaku usahanya ini berawal keinginan untuk membantu perajin lokal yang kesulitan melakukan ekspor karyanya dengan pembeli luar negeri.

Akhirnya, Aji membangun Uwitan kecil untuk memproduksi furnitur kayu berkualitas.

ini usaha rintisannya itu telah berkembang hingga menghasilkan omzet puluhan juta rupiah setiap bulannya.

 BACA JUGA:Bisnis Coffee Shop Makin Menjamur dan Kompetitif, Ini 3 Tips Suksesnya!

Pria yang akrab disapa Aji itu mengatakan bahwa dia terdorong untuk mengenalkan karya- karya perajin lokal yang berkualitas eskpor kepada konsumen di Indonesia.

"Kita tahu bahwa karya atau industri furnitur lokal itu sudah terkirim ke hampir seluruh dunia. Tapi kita sendiri sebagai warga lokal kalau ditanya jika ingin membeli furnitur yang kualitasnya sekelas kualitas ekspor di mana?, Masih banyak yang bingung," jelas Aji saat berbicara pada acara Workshop UMKM Tokopedia, Rabu

(15/6/2022).

Hal lain yang juga mendorongnya untuk menjalankan usaha ini adalah keinginan membantu perajin atau produsen lokal yang sering dikecewakan pembeli dari luar negeri saat melakukan ekspor.

Dari pemikiran ini, Aji mencoba memperkenalkan karya dan furnitur kualitas ekspor dari perajin lokal kepada konsumen di Indonesia.

Pada 2015, dia dan rekannya Aryane Dewi memulai

Uwitan yang memproduksi furnitur kayu serta dekorasi rumah bergaya minimalis.

Mereka menggandeng perajin lokal untuk membuat furnitur dan kerajinan dari bahan kayu pinus dan mahoni.

Bahkan, mereka pakai rotan yang bersertifikasi legal.

“Kami bekerja sama dengan sekitar 50 perajin kayu yang tersebar di beberapa wilayah, seperti di Cirebon, Tegal, Pemalang, Yogyakarta dan Surabaya. Bengkel kerja Uwitan

sendiri terletak di Cirebon dan Tegal,” ucapnya.

Dia mulai memasarkan usahanya melalui daring (online).

Dia juga sempat menghadapi keraguan dari calon pembeli karena produk furnitur yang ditawarkan.

"Di awal kami mengalami kesulitan untuk penjualan. Yang menarik dan lucu, setiap kami mau jualan, padahal foto yang kami posting diambil dengan hp biasa, tapi buyer

(pembeli, red) masih banyak yang ragu," jelasnya.

Dia menjelaskan banyak calon pembeli yang memintanya untuk mengirimkan foto asli produknya.

Hal ini membuatnya bingung karena foto yang dipoting di Instagram Uwitan adalah foto asli produk yang dijual.

"Kami penasaran akhirnya kami tanyakan ternyata harga yang kami tawarkan terlalu murah," terangnya.

Menurut Aji persepsi konsumen ini juga menjadi kendala bagi perajin lokal yang memiliki karya kualitas ekspor.

"Banyak UMKM yang setengah-setengah bikin produk ragu, bikin produk yang bagus sekalian ragu karena takut tidak ada yang membeli. Padahal kenyataannya market yang kami temui begitu," bebernya.

Dia menyebut mereka berani membayar dengan harga tinggi asal ada kepastian barang sampai dan kualitasnya memang bagus.

Aji menjelaskan bahwa produk Uwitan juga selalu menyesuaikan tren dan kebutuhan masyarakat.

Meski banyak membuat furnitur dengan konsep minimalis, Uwitan mulai mengembangkan konsep yang memasukkan kearifan lokal Indonesia.

Setelah tujuh tahun, Uwitan telah berkembang menjadi UMKM dengan omzet puluhan juta rupiah per bulan dengan konsumen dari berbagai daerah di Indonesia, terutama di Pulau Jawa dan Sumatera.

Meski usahanya sudah berkembang pesat, Aji mengaku belum berpikir untuk mencoba mengekspor produk Uwitan.

Dia bahkan menungkapkan bahwa ada mitra perajinnya yang dulu membuat furnitur untuk ekspor kini beralih membuat Uwitan.

Menurutnya perajin lokal perlu lebih percaya diri bahwa pasar lokal mampu dan mau membeli produk-produk mereka.

Tak lupa dengan memanfaatkan potensi dari pasar lokal tersebut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini