Share

Usung Konsep Majapahit, Intip Renovasi Pasar Genteng Pancasila di Mojokerto

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Senin 20 Juni 2022 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 470 2614462 usung-konsep-majapahit-intip-renovasi-pasar-genteng-pancasila-di-mojokerto-E7lbbbHwbG.jpg Renovasi Pasar Genteng Pancasila di Mojokerto. (Foto: PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelesaikan pembangunan pasar Benteng Pancasila yang terletak di Kota Mojokerto, Jawa Timur.

Kehadiran pasar tersebut diharapkan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan selain untuk pertumbuhan ekonomi, pada dasarnya rehabilitasi pasar utamanya untuk meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat.

Sehingga tidak menjadi tempat yang kumuh.

"Diharapkan, infrastruktur pasar yang berkualitas dapat dirasakan langsung manfaatnya, terutama menjamin distribusi bahan pokok dan turut menggerakan sektor riil atau UMKM yang merata hingga pelosok desa di seluruh Indonesia,” ujar Menteri Basuki,

Pembangunan Pasar Benteng Pancasila mulai dikerjakan pada Januari 2020 pasca terbakar tahun 2017 silam.

Konsep pembangunan Pasar Benteng Pancasila disesuaikan dengan karakter budaya Kota/Kabupaten Mojokerto identik dengan bangunan pada masa Majapahit.

Konstruksi pasar dibangun dengan desain batu bata berarsitektur Mojopahitan di atas lahan seluas 2.610 m2 dengan luas bangunan 1.992 m2.

Pembangunannya dikerjakan oleh kontraktor PT Karya Bumi Indah dengan anggaran APBN sekitar Rp13.

Adapun pengerjaan yang dilakukan meliputi pekerjaan persiapan, K3, bangunan pasar kios A, B, C, dan D, gapura dan pagar, drainase, paving tempat parkir, Tempat Pengelolaan Sampah, toilet, renovasi mushola, instalansi jaringan pemadam kebakaran, rumah pompa, reservoir, dan 2 titik sumur bor.

Pasar Benteng Pancasila terdiri dari 242 kios dengan ragam dagangan seperti pakaian, sandal, sepatu, dan perlengkapan rumah tangga.

Di sisi belakang pasar terdapat kios-kios yang terpusat untuk berjualam ragam kuliner.

Seluruh pedagang yang menempati merupakan bagian program relokasi PKL dari Alun-Alun Mojokerto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini