Share

Harga BBM di AS Makin Mahal, di Indonesia Bagaimana?

Athika Rahma, Jurnalis · Rabu 22 Juni 2022 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 320 2615997 harga-bbm-di-as-makin-mahal-di-indonesia-bagaimana-aDn3ibbqFS.jpeg Ilustrasi BBM. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Harga minyak dunia masih berada di level USD100 per barel.

Tingginya harga minyak dunia membuat harga BBM di Amerika Serikat ikut melambung.

Harga bensin rata-rata di sana mencapai USD5 per galon atau setara Rp74,3 ribu per galon.

Adapun, 1 galon sama dengan 3,7 liter.

Artinya, per liter harga BBM di AS kira-kira mencapai Rp20.000 per liter.

 BACA JUGA:Beli Pertalite Bakal Dibatasi, Cek Rincian Harga BBM Hari Ini

CEO Tesla Elon Musk dalam unggahan Twitternya membocorkan kalau harga BBM di sana naik sampai USD7,11 per galon, yang sama dengan Rp 105 ribu per galon atau Rp28.500 ribu per liter.

Harga bensin rata-rata di sana mencapai USD5 per galon (3 liter) atau setara Rp16.000 per liter.

CEO Tesla Elon Musk dalam unggahan Twitternya membocorkan kalau harga BBM di sana naik sampai USD7,11 per galon.

Lantas, bagaimana dengan harga BBM di Indonesia?

Apakah akan terkerek harga minyak dunia?

Pengamat energi Komaidi Notonegoro mengatakan, sebenarnya Indonesia perlu waspada akan harga minyak dunia tersebut.

"Mengingat sebagian dari kebutuhan kita dipenuhi dari impor. Kalau tidak ada penyesuaian harga, pemerintah perlu siap kalau besaran subsidinya naik," ujar Komaidi kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (22/6/2022).

Untuk informasi, harga BBM di Indonesia berbeda-beda sesuai dengan penyalurnya. Untuk BBM milik swasta seperti Shell, Vivo dan BP AKR harganya menyesuaikan harga minyak dunia, rata-rata Rp15.000 hingga Rp16.000 per liter.

Sedangkan BBM milik Pertamina, harganya ditekan agar bisa mendorong daya beli masyarakat. Misalnya, Pertalite dibanderol Rp7.650 per liter dan Pertamax Rp12.500 hingga Rp13.000 per liter.

Harga ini masih di bawah nilai keekonomian di pasaran.

"Kalau harga pasnya berapa, memang tergantung sejumlah variable. Ada produksi dan pajak," jelasnya.

Masing-masing negara memang punya kebijakan penetapan harga yang tidak sama.

Namun sebagai acuan, negara tetangga menjual RON 90, atau setara Pertalite, di atas Rp15.000 per liter.

"Ini biasanya berbeda-beda dalam besaran pajaknya," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini