Share

Wall Street Anjlok, Investor Cerna Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell

Antara, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 07:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 278 2616495 wall-street-anjlok-investor-cerna-pernyataan-ketua-the-fed-jerome-powell-A999TpdmWF.jpg Wall Street Berakhir Melemah. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street berakhir melemah pada penutupan Rabu. Di mana selama perdagangan Wall Street bergejolak karena saham energi tertekan dan investor mencerna komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang tujuan bank sentral untuk menurunkan inflasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 47,12 poin atau 0,15%, menjadi menetap di 30.483,13 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 4,9 poin atau 0,13% menjadi berakhir di 3.759,89 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melemah 16,22 poin atau 0,15 persen, menjadi 11.053,08 poin.

"Pasar terus bergejolak. Tentu saja kita belum keluar dari masalah. Kekhawatiran masih ada," kata Kepala Strategi Baker Avenue Asset Management, King Lip, dikutip dari Antara, Kamis (23/6/2022).

Baca Juga: Wall Street Melesat, Saham Energi Raup Cuan

Sektor energi yang telah menjadi sektor kuat tahun ini anjlok 4,2% karena harga minyak turun. Penurunan saham Exxon Mobil, Chevron dan Conocophillips adalah hambatan individu terbesar pada S&P 500.

Penurunan 0,4% di sektor teknologi kelas berat juga membebani pasar. Sementara itu, sektor real estat, perawatan kesehatan dan utilitas adalah sektor S&P 500 dengan keuntungan tertinggi. Real estat menguat 1,6%, perawatan kesehatan naik 1,4% dan utilitas bertambah 1,0%.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Beragam Dibayangi Tingginya Inflasi AS

Setelah dibuka lebih rendah, indeks-indeks utama AS menghapus kerugian menyusul kesaksian Powell di hadapan komite Senat. Powell mengatakan The Fed "berkomitmen kuat" untuk menurunkan inflasi yang berjalan pada level tertinggi 40 tahun.

Investor mencoba menilai seberapa jauh saham bisa jatuh karena mereka mempertimbangkan risiko terhadap ekonomi dengan kenaikan suku bunga Fed untuk meredam lonjakan inflasi.

S&P 500 awal bulan ini turun lebih dari 20 persen dari tertinggi sepanjang masa Januari, mengkonfirmasi definisi umum dari pasar bearish, dengan indeks acuan pekan lalu mencatat penurunan persentase mingguan terbesar sejak Maret 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini