Share

Rhenald Kasali: Negara Hebat adalah Bangsa yang Berhasil ke Luar dari Pusaran Krisis

Diana Purnamasari, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 320 2616696 rhenald-kasali-negara-hebat-adalah-bangsa-yang-berhasil-ke-luar-dari-pusaran-krisis-Yy6pBIZwXi.jfif Rhenald Kasali Sebut Tidak Ada Negara Bangkrut. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Akademisi dan praktisi bisnis Rhenald Kasali menilai tidak ada negara yang bangkrut seperti yang dialami Sri Lanka. Tapi banyak negara tidak mampu melunasi utang yang sudah jatuh tempo sehingga mengakibatkan krisis seperti Sri Lanka.

Menurut Rhenald, Indonesia sudah belajar banyak dari apa yang pernah dialami pada masa lalu atau saat krisis 1997-1998. Pada kondisi 1997-1998, kepercayaan dunia menurun, kelaparan di mana-mana, utang meningkat, suku bunga tinggi dan hal-hal gawat lainya.

Baca Juga: Negara Gagal Bayar Utang Bikin Investor Kabur hingga Inflasi Meroket

"Dampaknya sangat panjang. Tapi suatu bangsa biasanya akan berubah menjadi lebih hebat lagi kalau dia berhasil keluar dari pusaran krisis seperti itu. Dalam Bahasa Mandarin disebutkan bahwa yang disebut krisis adalah gabungan dari opportunity and teachers tergantung pada kita melihatnya apakah kita melihat itu opportunity in danger atau kita melihat danger in opportunity," ujarnya.

Pasti ada orang yang mencoba mengambil kesempatan dari situasi yang tidak menyenangkan itu. Di masa lalu seringkali beranggapan kebangkrutan adalah akhir dari suatu perjalanan akhir dari suatu penerusan generasi dalam suatu bangsa, tapi sesungguhnya yang disebut dengan kebangkrutan adalah suatu tahapan yang harus dialami oleh suatu bangsa.

Baca Juga: Krisis Pangan hingga Pengungsian Rakyat Miskin Meningkat Imbas Perang Ukraina

"Dia harus istirahat sejenak dan kemudian memperbaiki kondisi daya saingnya. Tidak kemudian dia tampil menjadi sebuah bangsa yang lebih hebat di masa depan karena semua bangsa di dunia ini pernah mengalami hal serupa sejak tahun 1960 sudah ada 147 negara yang pernah mengalami default atau gagal membayar cicilan bunga kepada negara negara pengutang Meksiko mengalami di tahun 1994," ujarnya.

Argentina antara 2001-2020, Inggris pernah mengalami pada 1932 Cina pernah mengalaminya pada 1971. Rusia mengalami di 1998 dan Yunani pada 2012 2013-2015.

"Dampak yang masih dirasakan sampai hari ini. Sebagai bangsa yang bermartabat sudah barang tentu kita juga perlu mengulurkan tangan untuk menolong sesama kita yang telah mengalami penderitaan istirahat," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini