Share

Peringatan! Erick Thohir Tak Mau Kasus Jiwasraya Terulang Lagi

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 320 2616873 peringatan-erick-thohir-tak-mau-kasus-jiwasraya-terulang-lagi-6A1N4vRV7b.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mewanti-wanti adanya praktik korupsi dana pensiun (Dapen) BUMN.

Kekhawatiran itu setelah kasus mega korupsi di internal PT Jiwasraya (Persero).

Dia memastikan perbaikan ekosistem Dapen BUMN terus diperbaiki. Salah satunya dengan menggodok penerapan good corporate governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik.

"Yang namanya dana pensiun karyawan. Sekarang saya akan perbaiki dana pensiun. Saya tidak mau Jiwasraya terjadi di dana dana pensiun BUMN. saya tidak mau korupsi yang terjadi di dana pensiun seperti Asabri terjadi di tempat-tempat kita," ujar Erick melalui akun instagram, Kamis (23/6/2022).

 BACA JUGA:Erick Thohir Kesal E-Commerce Barangnya Asing, Fintech Jadi Tempat Penipuan

Erick mengaku terus mengawal Dapen BUMN dengan melakukan 'bersih-bersih' terhadap tindak pidana korupsi atau hal-hal yang melanggar hukum.

Upaya ini dilakukan hingga periodisasi atau kepemimpinannya di Kementerian BUMN berakhir.

"Saya titip ke Direksi, program 1 tahun ini saya bersama Wamen adalah bersih-bersih dana pensiun. Ini sebagai tanggung jawab kita hari ini dan masa depan karena semua yang ada di sini akan pensiun," tegasnya.

Dia mencatat dana pensiun BUMN masih menjadi tempat bagi para koruptor.

Erick ingin menghentikan perampokan dengan membenahi sistem yang ada.

Adapun cara Erick memperbaiki tata kelola dengan merampingkan 108 dana pensiun.

Menurutnya dapen BUMN menjadi satu kekuatan bagi BUMN.

Meski begitu, ada potensi korupsi yang bisa saja terjadi akibat pengelolaan dana investasi yang serampangan.

Erick memahami investasi merupakan bisnis kepercayaan.

Praktik pidana korupsi yang terjadi di internal perusahaan pelat merah seperti, Asabri dan Jiwasraya, memberi dampak kepercayaan bagi investor.

Bila kepercayaan tidak dipulihkan, maka akan berdampak pada eksistensi perseroan negara lainnya.

"Investasi ini adalah bisnis kepercayaan, kalau kepercayaan ini tidak dibalikan ini bahaya. Itulah kenapa kita melihat banyak penipuan di asuransi penipuan digital online, inilah aturan-aturan yang harus kita perbaiki dan kita tingkatkan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini