Share

Sri Lanka Bangkrut, Siapa Biang Keroknya?

Diana Purnamasari, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 17:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 320 2617017 sri-lanka-bangkrut-siapa-biang-keroknya-MXQWvnaBCX.JPG Sri Lanka bangkrut. (Foto: BBC)

JAKARTA - Ada beberapa faktor yang membuat Sri Lanka bangkrut akan diulas dalam artikel ini.

Diketahui, salah satu penyebabnya adalah kebijakan Pemerintah Sri Lanka yang tak tepat sasaran.

Pemerintahan Sri Langka baru terbentuk pada 2019.

Pemerintahan baru Sri Lanka pun ingin populis dengan menyenangkan rakyatnya melalui banyak hal.

Menurut Akademisi dan praktisi bisnis Rhenald Kasali Pemerintahan baru Sri Lanka pun ingin populis dengan menyenangkan rakyatnya melalui banyak hal.

 BACA JUGA:Sri Lanka Bangkrut, Gagal Bayar Utang hingga Ekonomi Runtuh

"Sementara pada waktu itu mengalami suatu penderitaan karena harga komoditas yang dijual seperti kopi, karet, teh dan rempah rempah itu alami kemunduran harganya," ujarnya, dikutip dari YouTube Rhenald Kasali, Kamis (23/6/2022).

Sri Langka juga membuka hubungan dengan China yang kemudian mendapat investasi besar dari pemerintah Tiongkok.

Di samping itu, penduduk Sri Lanka banyak yang kerja di luar negeri sama seperti Indonesia.

Tapi penduduk Sri Lanka banyak yang menjadi buruh kasar di negara yang tidak begitu sejahtera.

"Jadi ketika terjadi pandemi mereka harus pulang maka pendapatan negara dari remittance turun. Selain itu juga karena situasi gawat, investasi pindah, inflasi sangat tinggi," tuturnya.

Faktor lain yang membuat Sri Lanka krisis adalah negara gagal menjaga sistem produksi beras.

Hal ini membuat Sri Lanka harus beli beras dengan harga tinggi.

"Produksi beras turun, impor naik maka inflasi di Sri Lanka berkisar antara 30%-50%. Akibatnya Sri Lanka gagal bayar utang yang sudah jatuh tempo. Misalnya pada 2022, utang Sri Lanka harus dibayar USD8,6 miliar dengan bunga harus dibayar USD78,2 juta," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini