Share

APBN Surplus Rp132 Triliun, Pendapatan Negara Capai Rp1.070 Triliun

Anggie Ariesta, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 18:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 320 2617067 apbn-surplus-rp132-triliun-pendapatan-negara-capai-rp1-070-triliun-OOSCin9Uyd.jpg Sri Mulyani. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) pada periode Mei 2022 kembali mencetak surplus Rp132,2 triliun.

Angka tersebut setara 0,74% dari produk domestik bruto (PDB).

Adapun surplus terjadi karena pendapatan negara tercatat Rp1.070,4 triliun, sementara belanja negara Rp938,2 triliun.

Surplus itu juga berbanding terbalik dengan kondisi periode yang sama 2021 lalu dengan defisit Rp219,2 triliun.

 BACA JUGA:Sri Mulyani Pede Ekonomi RI Tumbuh 4,8%-5,3% di Kuartal II-2022

"Lagi-lagi ini pembalikan yang luar biasa dari kondisi fiskal kita," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (23/6/2022).

Keseimbangan primer juga surplus Rp298,9 triliun.

Berbeda dibandingkan tahun sebelumnya yang defisit sangat besar.

Belanja negara mencapai Rp938,2 triliun (34,6%), terdiri dari belanja Kementerian Lembaga (KL) Rp319,2 triliun (33,7%), belanja non KL Rp334,7 triliun (33,5%) dan transfer ke daerah dan dana desa Rp284,3 triliun (36,9%).

Sementara itu, pendapatan negara hingga Mei 2022 mengalami pertumbuhan hingga 47,3%, lebih tinggi dari posisi akhir bulan sebelumnya yang tumbuh 45,9%.

Secara nominal, angkanya yang senilai Rp1.070,4 triliun utamanya ditopang oleh penerimaan perpajakan.

Penerimaan pajak mencapai Rp705,82 triliun (55,8%).

Terdiri dari PPh non migas mencapai Rp418,7 triliun, PPN dan PPnBM Rp247,82 triliun, PBB dan pajak lainnya Rp3,26 triliun dan PPh Migas Rp36,04 triliun.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp224,1 triliun (66,8%).

Besarnya PNBP ditopang oleh penerimaan dari sektor komoditas. Kepabeanan dan cukai mencapai Rp 140,3 triliun (57,3%).

Pembiayaan utang turun drastis, yaitu 72,5% dibandingkan periode yang sama 2021.

SBN neto mencapai Rp75,3 triliun atau 7,6% dari total Rp991,3 triliun. Sedangkan pinjaman mencapai Rp15,7 triliun.

Menurut Sri Mulyani, surplus APBN tersebut juga kembali berdampak pada penurunan pembiayaan utang.

Hingga Mei 2022, pembiayaan utang baru senilai Rp83,3 triliun, sedangkan pada periode yang sama 2021 mencapai Rp310,4 triliun.

"Dari situasi Mei yang masih surplus, kita nanti berharap pada akhir tahun defisitnya tidak akan sebesar Rp868 triliun dan bisa diturunkan secara cukup signifikan. Ini menggambarkan kesehatan APBN akan kita pulihkan," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini