Share

Mendag Bilang Naiknya Harga Cabai Bonus Petani, Begini Sikap Pedagang Pasar

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Jum'at 24 Juni 2022 09:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 320 2617298 mendag-bilang-naiknya-harga-cabai-bonus-petani-begini-sikap-pedagang-pasar-UV7hNrd53o.jfif Mendag Bilang Kenaikan Harga Cabai Bonus Bagi Petani. (Foto: okezone.com/Kemendag)

JAKARTA - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyoroti pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan terkait naiknya harga cabai adalah bonus bagi para petani cabai.

Wasekjend Ikappi Bidang Pembinaan Pasar dan Pendidikan Pedagang Pasar, Ahmad Choirul Furqon menyayangkan pernyataan tersebut dilontarkan seorang Mendag. Pasalnya penyataan tersebut bisa menggiring petani salah berlogika.

Baca Juga: Naik Lagi! Harga Cabai di Pasar Tembus Rp120.000 per Kilogram

“Kami sangat menyayangkan pernyataan Menteri Perdagangan Bapak Zulkifli Hasan. Entah itu diniatkan guyonan atau tidak, namun hal tersebut tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang menteri. Jangan hibur pedagang atau petani dengan logical fallacy atau kesalahan berlogika,” ujar Furqon melalui keterangan tertulisnya, Jumat (24/6/2022).

Furqon menilai, masalah yang terjadi tidak semudah yang dijelaskan oleh Mendag Zulhas. Sebab masalah bahan pangan saat ini tengah menjadi sorotan serius dan perlu penanganan khusus.

Baca Juga: Intervensi Turunnya Harga Cabai, 1,8 Ton Rawit Segera Banjiri Pasar Jakarta

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa sebenarnya harga dari para petani normal dan tidak ada kenaikan signifikan.

“Kami sedikit banyak berdiskusi dengan beberapa petani, mereka mengatakan harga dari petani normal, bahkan tidak ada kenaikan yang signifikan, hal ini juga telah diafirmasi Mentan beberapa hari yang lalu. Jadi apabila terjadi kenaikan harga yang tidak rasional, berarti ada masalah besar di jalur tengah, yaitu rantai distribusi pangan,” jelasnya.

Furqon menambahkan bahwa ketidaknormalan harga pangan seperti cabai ini memberikan domino efek. Sehingga apabila tidak ditangani dengan serius akan merugikan pedagang yang ada di hilir.

Dia pun berharap masalah ini tidak berlangsung lama, sebab bahan pokok merupkan hal penting untuk memenuhi hajat hidup banyak orang.

"Masalah ini tidak dapat dibiarkan berlarut-larut, bahan pangan pokok merupakan Sesuatu yang penting untuk memenuhi hajat hidup seluruh masyarakat Indonesia. Jangan sampai masalah yang dibuat selorohan ini akan menyebabkan dampak buruk berupa distrust public terhadap Kemendag secara lembaga atau Mendag, Zulhas secara personal,” pungkas Furqon.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini