Share

Emas Naik Tipis meski Dolar AS Jatuh

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 25 Juni 2022 06:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 25 320 2617937 emas-naik-tipis-meski-dolar-as-jatuh-LoaG07lDPD.jpg Harga emas dunia hari ini. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga emas dunia pada penutupan akhir perdagangan Sabtu (25/6/2022) menguat akibat dolar AS jatuh.

Dikutip untuk kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 50 sen atau 0,03%, menjadi ditutup pada USD1.830,30 per ounce.

Namun untuk minggu ini, kontrak emas berjangka turun 0,6%, mengikuti kerugian minggu sebelumnya sebesar 1,9%.

Serta logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 8,3 sen atau 0,39 persen, menjadi ditutup pada USD21,125 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 70 sen atau 0,08%, menjadi ditutup pada USD903,70 per ounce.

 BACA JUGA:Harga Emas 4 Hari Beruntun Turun, Hari Ini Dibanderol USD1.829/Ounce

Diketahui juga kalau sentimen risiko menekan permintaan terhadap mata uang safe-haven dan memberikan dukungan terhadap logam mulia.

Sehingga logam kuning diperdagangkan di kisaran ketat di level pertengahan USD1.800 di tengah pengamatan tajam pada pergerakan suku bunga Federal Reserve berikutnya, karena inflasi AS hampir tidak beranjak dari tertinggi 40 tahun.

"Emas tetap terperangkap dalam kisaran ketat karena para pedagang menunggu untuk melihat apakah laporan inflasi terbaru akan memaksa The Fed untuk berkomitmen pada kenaikan suku bunga yang lebih besar di luar pertemuan kebijakan Juli," kata analis Ed Moya di platform perdagangan online OANDA.

Sebagai informasi, data ekonomi yang dirilis pada Jumat (24/6/2022) beragam. Indeks sentimen konsumen Universitas Michigan (UM) turun menjadi 50,0 dalam survei Juni 2022, dari 58,4 pada Mei dan di bawah 85,5 pada Juni lalu, memberikan dukungan terhadap emas.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan rumah baru AS melonjak 10,7 persen ke tingkat tahunan 696.000, disesuaikan secara musiman, memulihkan sebagian besar penurunan tajam pada April.

Pada diskusi panel tentang bank sentral dan inflasi yang diselenggarakan oleh UBS di Zurich, Swiss, Presiden Fed St. Louis, James Bullard mengatakan kenaikan suku bunga yang cepat sekarang adalah cara terbaik untuk menghindari resesi nanti.

"Pasti mungkin, saya benar-benar berpikir kita akan baik-baik saja," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini