Share

Wujudkan Ekonomi Hijau, Begini Strategi OJK

Viola Triamanda, Jurnalis · Sabtu 25 Juni 2022 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 25 320 2618023 wujudkan-ekonomi-hijau-begini-strategi-ojk-KtoCZ5hfcE.JPG Ekonomi hijau. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) menyelenggarakan kegiatan IJK Peduli Lingkungan untuk Pembangunan Berkelanjutan dengan tema 'Pertumbuhan Ekonomi Hijau untuk Mangrove Berkelanjutan' yang dilaksanakan di Eco Mangrove Kedonganan, Bali, Jumat (24/6/2022).

Kegiatan ini merupakan perwujudan komitmen OJK dan IJK dalam mengembangkan gerakan ekonomi hijau melalui pelestarian lingkungan hidup.

Peresmian program ini ditandai dengan penanaman secara simbolis tanaman bakau dan selanjutnya akan ditanam sebanyak 20.000 tanaman bakau selama program berlangsung.

 BACA JUGA:Kejahatan Soceng Semakin Marak, Ratusan Nasabah Lapor ke OJK

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan apresiasi kepada industri jasa keuangan yang telah terlibat sehingga kehadirannya dapat dirasakan oleh masyarakat luas karena mampu memberikan manfaat.

Dia juga berharap dapat memberi nilai tambah ekonomis bagi masyarakat sekitar, khususnya yang berada di sekitar pantai.

“Kegiatan ini merupakan wujud dukungan kita dalam pelestarian lingkungan melalui program yang menjadi agenda global dalam menurunkan emisi menjadi net zero emission pada tahun 2060. Salah satunya upaya tersebut melalui penanaman mangrove atau bakau,” ujarnya melalui keterangan resmi hari ini, Sabtu (25/6/2022)

Diketahui kegiatan ini sejalan dengan komitmen OJK yang tertuang dalam Kebijakan Strategis tahun 2022 terkait inisiatif keuangan berkelanjutan (sustainable finance).

OJK telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendukung transformasi sektor bisnis ke arah ekonomi berkelanjutan, dengan menerbitkan Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap I dan II.

Adapun berbagai Peratuan OJK dan aturan turunan terkait keuangan berkelanjutan, serta Taksonomi Hijau Indonesia yang telah diluncurkan oleh Presiden RI pada Januari tahun ini.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Teja menyatakan bahwa kelestarian kawasan mangrove dan lingkungan hidup di Bali bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

"Ini adalah kewajiban seluruh elemen masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan sejalan dengan ketentuan yang telah diterbitkan oleh Pemda Bali," jelasnya.

Kegiatan OJK dan IJK ini juga menjadi bagian atau side event dari rangkaian kegiatan Presidensi G20 tahun 2022 yang menjadi momentum sangat baik untuk menunjukkan kepada dunia tentang komitmen Indonesia dalam menjaga keberlangsungan ekosistem laut.

Serta dalam menjaga pantainya yang indah dari berbagai ancaman seperti abrasi air laut dan kerusakan biota laut sehingga dapat menjadikan Indonesia sebagai paru-paru dunia.

Bekerja sama dengan Yayasan BakauMU dan Green Mangrove Foundation, mangrove atau bakau yang telah ditanam akan terus dipantau pertumbuhannya selama tiga tahun.

Dalam kegiatan ini, OJK dan IJK juga turut memberikan bantuan berupa toilet umum dan peralatan produksi serta memberikan pelatihan bagi nelayan dan masyarakat di sekitar Eco Mangrove Kedonganan.

Turut hadir pula di acara ini Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Teja, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Reda Manthovani, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Ade Tajudin Sutiawarman, Pembina Yayasan BakauMU dan Green Mangrove Foundation serta Pimpinan IJK turut hadir dalam acara ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini