Share

Bantuan Rp10 Juta Cair ke Hewan Terjangkit PMK, Kapan Realisasinya?

Avirista Midaada, Jurnalis · Sabtu 25 Juni 2022 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 25 320 2618088 bantuan-rp10-juta-cair-ke-hewan-terjangkit-pmk-kapan-cairnya-SUpd5aKKT2.jpg Ilustrasi sapi. (Foto: Okezone)

MALANG - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyebut akan memberikan uang ganti rugi ke pertenak yang hewannya mati akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Uang ganti rugi itu diberikan sebesar Rp10 juta per ekor hewan yang mati.

Namun, bantuan Rp10 juta per ekor sapi juga belum diputuskan kapan akan dicairkan.

Pasalnya Kementerian Pertanian (Kementan) juga masih fokus menyembuhkan sejumlah sapi yang terpapar PMK dan langkah pencegahan menjelang Idul Adha.

 BACA JUGA:Cegah Wabah PMK Meluas, Vaksinasi Hewan Ternak Terus Dipercepat

"Tentu ada tahapannya kita belum sampai ke situ dulu, supaya konsentrasi bagaiamana menyembuhkan konsentrasi idul kurban," ungkapnya saat menghadiri pengukuhan Profesor Kehormatan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) di Universitas Brawijaya Malang, pada Sabtu (25/6/2022).

Dia menjelaskan sapi-sapi yang terkena PMK yang terpaksa dipotong paksa ini lantas diverifikasi di masing-masing daerah nantinya akan diajukan ke pemerintah.

Menurut Syahrul, tidak semua hewan ternak yang terpaksa dipotong paksa akan mendapat bantuan uang Rp10 juta per ekornya.

Pasalnya perlu ada tahapan dan verifikasi data terlebih dahulu dari masing-masing hewan yang disebut suspek PMK ini.

"Yang terkena PMK saja tidak semua, biar orang diare kebetulan dia pincang potong saja. Kemudian dapat 10 juta tentu tidak seperti itu. Tentu ada rekomendasi - rekomendasi secara berjenjang bahwa pemerintah sudah mempersiapkan ini ya," ucapnya.

Dia menyatakan sejauh ini populasi sapi yang masih sehat dan belum terindikasi PMK masih cukup banyak, sehingga peternak dan masyarakat tak perlu khawatir.

Apalagi berdasarkan laporan, populasi sapi yang belum terindikasi PMK lebih banyak dibandingkan yang terkena PMK.

"Di Malang saja daerah hijau kita masih lebih banyak. Populasi kita 18 juta oleh karena itu yang terkena PMK hanya 200 ribu sekian," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini