Share

Bergerak Tak Wajar, BEI Pantau Saham CARE

Anggie Ariesta, Jurnalis · Senin 27 Juni 2022 08:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 278 2618706 bergerak-tak-wajar-bei-pantau-saham-care-CBqD3uX1Un.jpg Saham CARE Dalam Pantaun BEI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) dalam radar pantauan akibat adanya indikasi pola transaksi yang tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA).

Seperti diketahui, emiten yang bergerak dalam bidang jasa konsultasi manajemen dan melakukan investasi pada Entitas Anak yang bergerak dibidang layanan kesehatan ini menunjukkan gerak saham yang turun 0,40% sejak 5 hari terakhir. Namun, saham CARE ditutup menguat 0,81% pada perdagangan Jumat (24/6/2022) di level 498.

"Dengan ini kami menginformasikan adanya indikasi pola transaksi yang tidak wajar pada saham CARE yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity)," tulis surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Irvan Susandy, dikutip Senin (27/6/2022).

Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan dibidang Pasar Modal.

Informasi terakhir mengenai CARE adalah informasi tanggal 10 Juni 2022 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek.

Sebagai informasi, sebelumnya Bursa telah mengumumkan UMA (Unusual Market Activity) pada tanggal 17 Februari 2022 atas perdagangan saham CARE.

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham CARE tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulis direksi bursa.

Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini