Share

Maharaksa Biru Energi (OASA) Absen Bagi Dividen, Ini Alasannya

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Senin 27 Juni 2022 19:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 278 2619238 maharaksa-biru-energi-oasa-absen-bagi-dividen-ini-alasannya-7m0BkNerMM.jpg OASA absen bagi dividen. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) yang sebelumnya bernama PT Protech Mitra Perkasa Tbk memutuskan untuk tidak membagikan dividen pada tahun ini.

Keputusan ini sejalan dengan pengesahan laporan keuangan tahun buku 2021 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) OASA, Senin (27/6/2022).

Presiden Direktur dan CEO Maharaksa Biru Energi, Bobby Gafur Umar mengatakan akan memakai laba bersih tahun 2021 untuk keperluan modal.

 BACA JUGA:Untung Besar, Indorama Tebar Dividen Rp940/Saham

"Seluruh keuntungan tahun lalu akan kami alokasikan untuk tambahan modal dan investasi," kata Bobby dalam konferensi pers PT Maharaksa Biru Energi, secara virtual, Senin (27/6/2022).

Seperti diketahui, OASA mampu membalikkan rugi menjadi laba bersih pada tahun 2021 sebesar Rp1,30 miliar. Tahun 2020, perseroan membukukan rugi bersih Rp468,11 juta.

Hal itu dipicu adanya pertumbuhan pendapatan sebesar 181,48% menjadi Rp3,41 miliar, dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp1,21 miliar.

Sejalan dengan pergantian identitas baru perusahaan, Bobby menyatakan Maharaksa Biru Energi akan menggeluti bisnis pengolahan dan pengelolaan sampah, biomassa, teknologi EBT, sekaligus menjalankan peran sebagai kontraktor untuk proyek energi ramah lingkungan.

“Kami yakini bidang usaha ini mendatangkan manfaat dan keuntungan yang besar, tidak hanya buat kami sebagai entitas bisnis yang menjalankannya, tapi juga buat semua stakeholders kami, termasuk masyarakat luas,” tegas Bobby.

Saat ini, OASA telah menggandeng mitra sekaligus pemilik teknologi di bidang pengelolaan lingkungan dari Eropa, yakni Suez Group.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2022, OASA mencetak pendapatan sebesar Rp3,20 miliar. Capaian itu lebih rendah 6,14% dibandingkan periode sama tahun 2021 sebesar Rp3,41 miliar.

Pendapatan jasa konsultasi sistem masih berkontribusi besar terhadap pemasukan perseroan sebesar 2,5 miliar, disusul penjualan barang Rp701,21 juta.

Adapun laba bersih triwulan I-2022 perseroan mencapai Rp242,91 juta, lebih rendah dari periode sama tahun 2021 sebesar Rp1,30 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini