Share

Kasus Holywings, Serikat Pekerja Soroti yang Jadi Tersangka Hanya Karyawan, Pemiliknya Bagaimana?

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2022 09:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 320 2619424 kasus-holywings-serikat-pekerja-soroti-yang-jadi-tersangka-hanya-pekerja-pemiliknya-bagaimana-p3IYLFB1pd.jpg Serikat Pekerja Soroti Penetapan Tersangka Karyawan Holywings. (Foto: Okezone.com/Instagram)

JAKARTA - Enam karyawan Holywings menjadi tersangka kasus promisi miras berbau SARA. Namun Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek) menyayangkan karena yang menjadi tersangka adalah pekerja atau karyawan Holywings.

Menurut Ketua Aspek Mirah Sumirat, pekerja atau bawahan tidak akan bertindak jika tidak ada instruksi dari atasannya. Maka dari itu, yang mesti bertanggung jawab adalah pimpinan atau pemilik Holywings.

"Tentu para pekreja bawah ini mengikuti instruksi dari atasan. Seharusnya para pimpinan mereka jadi tersangka, bukan para karyawan karena itu bawahan tidak mungkin melakukan kalau tidak ada instruksi dari pimpinannya," ujar Mirah kepada Okezone, Selasa (28/6/2022).

Baca Juga: Desakan agar Holywings Ditutup Permanen Semakin Menguat, Ini Kata Wagub DKI

Aspek tentu sangat menyayangkan apa yang dilakukan Holywings dalam promisinya. Hal ini sangat tidak baik dan beradap karena menyangkut dua agama besar.

"Tentu bagi kami sangat mengutuk cara promosi itu dalam bisnis apapun itu," tegasnya.

Namun, Mirah tetap menyoroti apa yang terjadi pada enam karyawan Holywings yang menjadi tersangka. Menurutnya, ada orang lain yang mesti mengemban tanggung jawab besar dalam kasus ini.

"Pada para tersangka itu kami tentu sangat kecewa dan kesal karena yang tersangka level bawah. Level bawah tidak akan bertindak kalau tidak ada instruksi atasan. Jadi mereka tidak boleh melibatkan pekerja bawah ini. Mereka hanya jadi korban," tuturnya.

Baca Juga: Holywings Sudah Dipolisikan, Polda Metro Imbau GP Ansor Batalkan Konvoi

Sebagai informasi, Polisi menetapkan enam orang tersangka terkait kasus promosi miras berbau SARA, yang dilakukan tim kreatif Holywings di media sosial. Kini, keenam orang tersebut dikenakan pasal berlapis dan terancam hukuman 10 tahun penjara.

"Keenam tersangka, yakni EJD (27), NDP (36), DAD (27), EA (22), A (25), dan AAM (25) kami kenakan pasal berlapis dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara," ujar Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto.

Menurutnya, keenamnya dikenakan pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 UU RI No. 1 tahun 1946, pasal 156 atau pasal 156 A KUHP. Lalu, pasal 28 ayat 2 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE. Lalu, Juncto pasal 56 KUHP yang mana mereka melakukan perbuatan pidananya itu secara bersama-sama.

"Telah diduga terjadi tindak pidana dengan sengaja menyiarkan berita bohong yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan rakyat ataupun setiap orang dengan sengaja tanpa hak menyebabkan informasi yang ditunjukkan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras atau golongan (SARA)," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini