Share

Harga BBM Mahal Bikin Masyarakat Beralih ke Kendaraan Listrik?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2022 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 320 2619555 harga-bbm-mahal-bikin-masyarakat-beralih-ke-kendaraan-listrik-2CBPKVDT9O.jpg Mahalnya harga BBM memicu masyarakat bergeser ke motor listrik (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kenaikan harga BBM diprediksi akan turut mendorong penduduk Asia, termasuk Indonesia, untuk segera beralih ke sepeda motor listrik. Terlebih pemerintah akan membatasi pembelian BBM Pertalite dan Solar Subsidi.

Soal kendaraan listrik, pemerintah Indonesia menargetkan setidaknya 13 juta motor listrik akan berlalu-lalang di berbagai kota pada tahun 2030. Namun menurut data perusahaan pembiayaan, penyaluran kredit untuk pembelian motor listrik di Indonesia masih sangat rendah.

Menurut Direktur Portofolio PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, Harry Latif, berbeda dengan prediksi tadi. Harry berkata, saat ini permintaan mobil dan sepeda motor listrik di Indonesia meningkat drastis. Akan tetapi realisasi kredit untuk pembeliannya jauh kecil dibandingkan kredit mobil dan motor konvensional.

"Dibanding tahun lalu memang naik 100 persen untuk penyaluran mobil dan motor listrik. Tapi presentasinya masih sedikit, yaitu 1 persen," kata Harry Latif dilansir dari BBC Indonesia, Selasa (28/6/2022).

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ego Syahrial, berkata pemerintah mematok target bahwa penduduk Indonesia akan memakai 6 juta motor listrik pada 2025.

Target itu bertambah menjadi 13 juta motor listrik pada tahun 2030. Namun selama 2022, berharap terjadi konversi 1.000 sepada motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik.

Jumat pekan lalu, Kementerian ESDM meneken kerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan PT Pertamina untuk menggenjot realisasi target motor listrik.

PLN berjanji akan menyediakan infrastruktur kelistrikan berupa stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU), dan Home Charging Station.

Hingga Mei 2022, PLN tercatat sudah membangun 129 unit SPKLU.

Bagaimana kondisi pasar motor listrik di Indonesia?

Adira Finance mencatat, penyaluran kredit untuk pembelian kendaraan listrik di Indonesia masih rendah. Per Mei 2022, jumlah pembiayaan kendaraan listrik sekitar Rp800 juta atau hanya 1% dari total pembiayaan di sektor otomotif.

Menurut Harry Latif, hal itu disebabkan tingkat penjualan ritel kendaraan listrik di Indonesia juga masih rendah.

"Sejak tahun lalu kita sudah mendanai lima brand motor listrik dan juga beberapa mobil listrik. Tapi kita harus akui saat ini masih belum terlalu banyak karena secara penjualan dari agen tunggal pemegang merk pun demikian," kata Harry.

ATPM adalah perorangan atau badan usaha yang ditunjuk oleh pabrik pemilik merek barang tertentu, untuk melakukan penjualan barang dalam jumlah besar. Saat ini, kata Harry, dilihat dari pemakaian, kendaraan listrik masih berada di segmen fleet dan belum sampai ke ritel atau perorangan. Mayoritas pembeliannya dilakukan secara tunai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini