Share

Rusia Diprediksi Gagal Bayar Utang Pertama Kalinya Sejak 1998

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2022 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 320 2619586 rusia-diprediksi-gagal-bayar-utang-pertama-kalinya-sejak-1998-9JskzZJRt2.jpg Rusia. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Rusia kemungkinan gagal bayar utang untuk pertama kalinya sejak 1998. Rusia harus membayar utang USD100 juta atau setara Rp1,4 triliun (kurs Rp14.840/USD) yanng jatuh tempo pada hari Minggu ini.

Kemungkinan gagal bayar pun sangat besar mengingat sejumlah sanksi yang diberikan membuat Rusia sulit untuk membayar pada kreditur internasional.

Namun, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan bahwa pernyataan default benar-benar tidak dapat dibenarkan.

 BACA JUGA:Zelensky Tetapkan Batas Waktu untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina

Dia mengungkapkan bahwa bank perantara telah menahan uang itu dan cadangannya diblokir secara tidak sah.

"Telah melakukan pembayaran pada Mei, dan fakta bahwa itu diblokir oleh Euroclear karena sanksi bukan masalah kami," katanya, dilansir dari BBC, Selasa (28/6/2022).

Sementara itu, Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan situasi gagal bayar itu "lelucon" dan situasi itu diperkirakan tidak akan berdampak jangka pendek. Dirinya pun menyangkal default yang biasanya terjadi ketika pemerintah menolak untuk membayar, atau ekonomi mereka sangat lemah sehingga mereka tidak dapat menemukan uang.

"Semua orang yang tahu mengerti bahwa ini sama sekali bukan default. Seluruh situasi ini tampak seperti lelucon," ujarnya.

Dia mengatakan, Rusia mampu menghasilkan sekitar USD1 miliar per hari dari ekspor bahan bakar fosil. Selain itum Rusia juga tidak memiliki rencana untuk meminjam lebih banyak.

Kepala Eksekutif Macro Advisory, Chris Weafer juga menilai Rusia tidak perlu mengumpulkan uang secara internasional karena Rusia menuai pendapatan dari komoditas mahal seperti minyak. Dia mengatakan, itu akan menciptakan masalah "warisan" jika situasi dengan Ukraina dan sanksi internasional membaik.

"Ini adalah jenis tindakan yang akan menggantungkan ekonomi dan membuat pemulihan jauh lebih sulit ketika kita sampai ke tahap itu," katanya.

Pembayaran bunga USD100 juta akan jatuh tempo pada 27 Mei, akan dikirim ke Euroclear, bank yang kemudian akan mendistribusikan pembayaran kepada investor. Tetapi pembayaran itu terhenti di sana, menurut Bloomberg News, dan kreditur belum menerimanya.

Sementara itu, beberapa pemegang obligasi Rusia Taiwan dalam denominasi euro belum menerima pembayaran bunga.

Uang belum tiba dalam waktu 30 hari dari tanggal jatuh tempo, yaitu Minggu malam, dan dianggap sebagai default.

Euroclear tidak akan mengatakan apakah pembayaran telah diblokir, tetapi mengatakan pihaknya mematuhi semua sanksi, yang diperkenalkan setelah invasi Rusia ke Ukraina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini