Share

Jaminan Sosial Pekerja Migran Masih Terbatas, Apa Dampaknya?

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2022 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 320 2619594 jaminan-sosial-pekerja-migran-masih-terbatas-apa-dampaknya-6Agur6Ac6f.JPG Pekerja migran. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Bidang Kesejahteraan Rakyat, Muhaimin Iskandar mengatakan kinerja dari penyelenggara sistem jaminan sosial masih terbatas.

Terutama aksesnya pada pekerja migran di luar negeri.

Dia menyebut bahwa ekonomi yang berdaya saing memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sejahtera.

Salah satu kesejahteraan itu bisa diwujudkan dengan cara memberikan perlindungan melalui jaminan sosial.

 BACA JUGA:Mencoba Menyeberang ke Spanyol, 23 Migran Meninggal

"Sistem jaminan sosial kita selama ini kinerjanya masih terbatas, dan belum melakukan lompatan kualitatif, dan segera harus kita perbaikan," ujar Muhaimin Iskandar dalam sambutanya pada webinar DJSN, Selasa (28/6/2022).

Menurutnya, ditengah disrupsi perkembangan teknologi yang ada, seharusnya ini menjadi momentum pemerintah untuk mempercepat proses pendaftaran para pekerja ke Jaminan sosial.

Bukan hanya pekerja di dalam negeri, tetapi juga luar negeri.

"Warga kita yang ada di luar negeri, tentu membutuhkan perhatian serius dan belum menjadi peserta BP Jamsostek dan jumlahnya tidak kurang 3 sampai 4 juta jiwa," jelasnya.

Dia melihat para pekerja migran saat ini masih cukup rentan terhadap risiko-risiko yang ada jika pemerintah tidak segera melakukan percepatan penyelengaraan jaminan sosial.

"Karena itu kita harus mendorong para pimpinan dan direksi BP Jamsostek dan BPJS Kesehatan serta Kemnaker untuk benar benar bekerja melayani mereka yang bekerja di luar negeri agar saudara kita yang menjadi pekerja migran benar benar mendapatkan layanan yang seimbang dari platform lainnya," bebernya.

Dia menyebut target pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju di tahun 2045 dari pemberian perlindungan terhadap para pekerja.

"Pada targetnya Indonesia harus menjadi negara maju pada tahun 2045, namun juga harus terwujud dengan sistem jaminan sosial yang bersifat luas, masyarakat harus dengan mudah mengakses jaminan sosial," pungkasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini