Share

4 Juta Pekerja Migran Belum Dapat Jaminan Sosial Kesehatan

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2022 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 320 2619642 4-juta-pekerja-migran-belum-dapat-jaminan-sosial-kesehatan-O6kptX5Y4Y.JPG Pekerja migran. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua DPR RI Bidang Kesejahteraan Rakyat, Muhaimin Iskandar mengungkapkan saat ini banyak dari para pekerja migran Indonesia yang masih belum terdapat pada sistem jaminan sosial, baik itu ketenagakerjaan maupun kesehatan.

Menurutnya, saat ini setidaknya tidak kurang dari 4 juta jiwa para pekerja di Indonesia belum memiliki perlindungan atau jaminan sosial dari pemerintah.

Hal tersebut harus segera dibereskan dengan melakukan percepatan pendaftaran para pekerja ke sistem jaminan sosial.

 BACA JUGA:Pekerja Migran Berkontribusi Besar dalam Pertumbuhan Ekonomi RI

Di tengah perkembangan kemajuan teknologi, seharusnya hal tersebut bisa diwujudkan pemerintah.

Mengingat perlindungan jaminan sosial pada para pekerja juga merupakan amat undang-undang.

"Sistem layanan menggunakan teknologi yang memadai, yang sebetulnya sangat mudah kita lakukan," ujar Muhaimin Iskandar pada sambutannya dalam webinar DJSN, Selasa (28/6/2022).

Dia menyebut penggunakan teknologi dipercaya bakal mempermudah dan memperluas cakupan para pekerja yang berada di luar negeri menjadi lebih mudah dalam melakukan pendaftaran ke sistem jaminan sosial.

"Percepatan layanan bisa kita lakukan bila BP Jamsostek dan BPJS Kesehatan bekerja dengan cara kerja yang kreatif dan inovatif, agar saudara kita yang menjadi pekerja migran benar benar mendapatkan layanan yang seimbang seperti platform lainnya," ucapnya.

Menurutnya, memberikan jaminan sosial kepada para pekerja baik yang ada di luar negeri sebagai pekerja migran, maupun pekerja yang ada di dalam negeri merupakan salah satu upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju.

"Sehingga bekerja profesi apapun di sektor manapun di jasa apapun akan membutuhkan akses pelayanan jaminan sosial yang mudah, efektif," bebernya.

"Pengalaman dari negara maju telah membuktikan hal itu, AS Kita semua tidak boleh hanya melihat tetapi harus setara seperti dengan negara maju, akan tetapi kita juga harus setara dalam melayani jaminan sosial," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini