Share

Begini Cara Garuda Indonesia Lunasi Utang Rp138 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2022 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 320 2619758 begini-cara-garuda-indonesia-lunasi-utang-rp138-triliun-Trv5gQy35O.jpg Garuda Indonesia. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ada sejumlah skema pelunasan utang yang ditempuh PT Garuda Indonesia Tbk.

Skema ini pun disesuaikan dengan kelompok kreditur emiten bersandi saham GIAA ini.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyebut skema pelunasan utang dituangkan dalam proposal damai yang telah mendapat persetujuan dari mayoritas kreditur.

"Ada beberapa kelompok kreditur, khusus di kasus Garuda Indonesia ini, kami mengklarifikasi kreditur kita dan skemanya seperti apa," ungkap Irfan dalam konferensi pers pasca pengumuman hasil PKPU, Jakarta, Selasa (28/6/2022).

 BACA JUGA:Utang Garuda Indonesia Berkurang 81%, Segini yang Harus Dibayar ke Kreditur

Adapun skema pelunasan utang yang ditempuh Garuda Indonesia diantaranya, manajemen akan menggunakan uang kas operasional untuk melunasi piutang kreditur dengan nilai tagihan di bawah Rp255 juta.

Skema ini termasuk pajak dan hak karyawan perusahaan yang belum dibayarkan.

Lalu, piutang PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dilunasi melalui Obligasi Wajib Konversi (OWK) yang dikonversi menjadi ekuitas. Kemudian, piutang financial lease dari Export Development Canada (EDC) melalui penjualan atau pengalihan aset pembiayaan.

"Apabila ada sisa utang akan diselesaikan dengan skema ekuitas baru dan new coupon debt," pungkasnya.

Piutang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Himbara, dan bank swasta akan dikonversikan menjadi long term loan. Untuk piutang BUMN akan dikonversi menjadi long term payable.

Sementara Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) akan dimodifikasi dengan jadwal pembayaran yang. Kemudian, pemegang sukuk, lessor, Maintenance Repair and Overhaul (MRO), dan vendor yang nilai tagihannya di atas Rp 255 juta akan diselesaikan dengan ekuitas baru, new coupon debt, new sukuk, maupun tagihan utang.

"Utang dari vendor lain yang nilai utangnya di bawah Rp 255 juta akan diselesaikan secara bertahap melalui arus kas operasional perseroan," bebernya.

Garuda Indonesia mencatatkan pengurangan utang sebesar 81 persen dari total utang Rp138 triliun. Pengurangan ini setelah kreditur menyepakati adanya homologasi atau kesepakatan damai dalam Penundaan Pembayaran Kewajiban Utang (PKPU).

Nilai utang Rp138 triliun berasal dari piutang 365 kreditur yang hadir dalam pemungutan suara atau voting terkait persetujuan proposal perdamaian Garuda Indonesia.

Namun, headcount atau jumlah suara yang sepakat mencapai 347 kreditur atau setara 95%. Adapun 347 kreditur ini merepresentasikan piutangnya sebesar Rp122 triliun.

Namun, secara keseluruhan utang Garuda Indonesia yang tercatat dalam Daftar Piutang Tetap (DPT) yang telah diverifikasi Tim Pengurus PKPU mencapai Rp142 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini