Share

Agung Podomoro (APLN) Alami Rugi Rp485,22 Miliar di 2021

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 29 Juni 2022 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 278 2620340 agung-podomoro-apln-alami-rugi-rp485-22-miliar-di-2021-pj9x6DMagt.jpg Agung Podomoro Land alami kerugian (Foto: Freepik)

JAKARTA – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) masih mengalami rugi bersih Rp485,22 miliar di sepanjang tahun 2021. Jumlah tersebut merosot dari laba bersih tahun sebelumnya Rp180,14 miliar.

Selain itu, emiten properti ini juga mencatatkan perolehan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp4,26 triliun, turun dari tahun sebelumnya Rp4,95 triliun. Adapun, perseroan mencatat laba kotor senilai Rp1,43 triliun, atau turun dari tahun sebelumnya Rp2,20 triliun.

Komisaris Utama/Komisaris Independen APLN Sofian Effendi mengatakan, penjualan properti yang tumbuh positif menjadi sumber utama pendapatan perseroan di tahun lalu.

"Sementara bisnis perhotelan dan pusat perbelanjaan mulai bangkit di tengah tantangan pandemi Covid-19 yang berlangsung sepanjang tahun,” ujarnya.

Kemudian dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) APLN menyetujui usulan keputusan yang disampaikan kepada pemegang saham termasuk laporan keuangan tahun buku 2021 sekaligus pengunaan dana atas laba (rugi) tahun berjalan tahun buku 2021.

Adapun, agenda lainnya yang turut disetujui antara lain penunjukan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasian perseroan dan entitas anak untuk tahun buku 2022, penetapan paket remunerasi anggota dewan komisaris dan direksi perseroan untuk tahun buku 2022, serta menyetujui penyesuaian pasal 3 anggaran dasar perseroan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020.

Kata Sofian, tren pemulihan ekonomi yang positif pada tahun 2022 akan menjadi kesempatan bagi APLN untuk meraih kinerja yang lebih baik. Sejumlah proyek properti yang kini terus dikembangkan dan dipercepat proses pembangunan oleh APLN di antaranya adalah Podomoro City Deli Medan, Podomoro Park Bandung, Bukit Podomoro Jakarta, Podomoro Golf View Cimanggis dan Kota Podomoro Tenjo Bogor.

Di kuartal pertama 2022, PT Agung Podomoro Land Tbk membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp1,26 triliun atau lebih tinggi 159,4% dibandingkan kuartal I-2021 yang senilai Rp485,4 miliar. Direktur Marketing PT Agung Podomoro Land Tbk, Agung Wirajaya seperti dikutip Kontan pernah bilang, permintaan rumah tapak APLN di kuartal I-2022 terpantau mengalami pertumbuhan signifikan. Di mana penjualan pemasaran (marketing sales) di luar PPN sampai dengan April 2022 angkanya tercatat mencapai Rp796,1 miliar.

Pencapaian tersebut lebih dari 80% dikontribusi oleh proyek properti Podomoro Park Bandung, Podomoro City Deli Medan, Bukit Podomoro Jakarta, Pakubuwono Spring dan Podomoro Golf View Cimanggis.

”Rumah tapak milik APLN yang saat ini menjadi buruan konsumen yaitu, Kota Podomoro Tenjo Bogor, ditawarkan di kisaran harga Rp200 juta - Rp800 juta, Podomoro Park Bandung (Rp1 miliar Rp10 miliar), Bukit Podomoro Jakarta (Rp4 miliar - Rp9 miliar), dan Podomoro Golf View (Rp1 miliar - Rp6 miliar)," ujarnya.

Disampaikanya, faktor penyebab meningkatnya permintaan rumah tapak saat ini lantaran adanya perubahan prioritas masyarakat tentang kesehatan. Kini, masyarakat menjadi lebih peduli dengan kesehatan, sehingga mereka memilih untuk memiliki hunian dengan ruang terbuka yang berlimpah sinar matahari serta memiliki sirkulasi udara yang baik.

Selain itu, rumah tapak juga dapat dijadikan instrumen investasi yang lebih menarik dibanding instrumen investasi lainnya karena sifatnya real. Dengan pencapaian positif selama tiga bulan pertama 2022, APLN pun optimistis dapat mencapai kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun 2021. Pihaknya menargetkan marketing sales di tahun ini dapat mencapai Rp2,5 triliun. Target ini lebih tinggi dari target tahun lalu yang sebesar Rp2 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini