Share

5 Jenis Aset Kripto yang Paling Diminati Orang Indonesia

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Rabu 29 Juni 2022 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 320 2620161 5-jenis-aset-kripto-yang-paling-diminati-orang-indonesia-XRjYwZb3dZ.png 5 Jenis Aset yang Paling Diminati Orang Indonesia. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Investasi kripto di Indonesia tahun lalu mencapai Rp859,4 triliun. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat ada 5 jenis aset kripto yang paling banyak diinvestasikan di Indonesia.

Bappebti mencatat lima calon pedagang fisik aset kripto dengan nilai transaksi tertinggi pada Januari-Mei 2022. Adapun lima jenis aset kripto dengan nilai transaksi tertinggi, yaitu Tether (Rp42,3 triliun), Bitcoin (Rp18,5 triliun), Ethereum (Rp14,2 triliun), Doge Coin (Rp6,8 triliun), dan Terra (Rp6 triliun).

Baca Juga: Investasi Kripto di Indonesia Meroket, Transaksi Capai Rp859,4 Triliun

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan, aset kripto di Indonesia punya masa depan gemilang. Jumlah investor kripto pun meningkat dan nilai transaksi serta platform terus bertambah.

“Aset kripto di Indonesia mengalami lonjakan luar biasa. Per 2020, nilai transaksi aset kripto sebesar Rp64,9 triliun. Satu tahun kemudian, per Desember 2021, angkanya melonjak sangat signifikan menjadi Rp859,4 triliun," ujar Wamendag Jerry, Rabu (29/6/2022).

Baca Juga: Dolar AS Jadi Pilihan Investor, Bitcoin Anjlok 2,96%

Mengingat pesatnya perkembangan tersebut, kata Jerry, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah menyiapkan infrastruktur yang esensial, seperti bursa kripto, lembaga kliring, dan pengelola tempat penyimpanan aset kripto (depository) untuk mendukung ekosistem perdagangan fisik aset kripto Indonesia, khususnya yang memberikan kepastian dan kenyamanan bagi konsumen.

Wamendag menyebut, dengan adanya kecanggihan teknologi dan keterbukanan informasi, animo masyarakat untuk memilih kripto sebagai salah satu aset atau alternatif atas instrumen investasi konvensional akan semakin tinggi di waktu mendatang.

“Jumlah nasabah aset kripto telah mencapai 14,1 juta pada bulan lalu. Sementara itu, investor saham tercatat hanya 8,86 juta,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini