Share

Kualitas Jalan di Indonesia Seperti Bom Waktu, Terus Turun Setiap Tahun

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Rabu 29 Juni 2022 18:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 470 2620589 kualitas-jalan-di-indonesia-seperti-bom-waktu-terus-turun-setiap-tahun-N9ZStfG6RQ.jpg Kualitas jalan di Indonesia turun setiap tahun (Foto: Okezone)

JAKARTA – Kualitas jalan di Indonesia seperti bom waktu karena turun setiap tahun. Pemerintah mengakui bahwa kualitas nasional di Indonesia terus mengalami penurunan. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah anggaran.

Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian mengatakan untuk melakukan preservasi atau perawatan pada jalan nasional di Indonesia yang memiliki total panjang sekitar 47.000 Km sulit untuk mencari sumber pendanaan.

"Jadi bapak/ibu sekalian kami laporkan bahwa kami memang punya, seperti bom waktu, karena memang data jalan kami saat ini bahwa ada kecenderungan jalan yang dalam kondisi baik itu menurun," ujar Hedy dalam Rapat Dengan Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Rabu (29/6/2022).

Hedy menjelasakan juga bahwa dari total panjang jalan 47.000 ribu Km, setidaknya jika melihat lagu indikatif hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan preservasi jalan tidak lebih dari 10% nya.

"Unuk pemenuhan jalan dan preservasi kita adalah 3.831 km, jadi ini lebih kecil dari 10% panjang jalan kita yang sepanjang 47.000 Km, ini saya kira kami ingin bapak/ibu memahami,' sambung Hedy.

Sehingga menurut Hedy jika penanganan jalan berat hanya dilakukan 10 tahun sekali, maka dirasa cukup sulit untuk mengejar kondisi jalan untuk ke arah yang lebih baik.

"Mengapa ini terjadi, karena memang kami kesulitan untuk mendapatkan sumber pendanaan untuk menangani preservasi jalan," lanjut Hedy.

Sekedar informasi Total pagu Indikatif Ditjen Bina Marga pada tahun 2023 sebesar Rp40,24 triliun, 94,11% setara Rp37,87 triliun untuk penanganan masalah konektivitas, dan sebanyak 2,37 triliun atau 5,89% dari pagu Indikatif untuk dukungan manajemen.

Sedangkan anggaran untuk presevasi jalak dan jembatan mendapat porsi alokasi anggaran sebesar Rp24,64 triliun atau sebesar 61,22% dari total pagu indikatif tahun 2023.

"Jadi kalaupun kemantapan kita stagnan, atau turun sedikit, atau naik sedikit, itu yang besarnya ada di jalan kondisi sedang, dan ini secara fundamental saya kira harus kita perbaiki komposisi ini, karena jalan sedang ini relatif marjinal, mudah turun menjadi jalan yang rusak ringan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini