Share

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Meluas, Stok Daging Aman?

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Kamis 30 Juni 2022 18:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 320 2621314 wabah-penyakit-mulut-dan-kuku-meluas-stok-daging-aman-EpcmzpJVHo.JPG Ilustrasi sapi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi memastikan bahwa stok daging di Indonesia tetap aman sampai akhir Juli 2022 meski wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) semakin meluas.

"Daging itu kita sudah hitung, sampai dengan bulan Juli akhir kondisinya aman. Jadi tidak usah khawatir," ujarnya usai acara pelantikan pimpinan tinggi Madya dan Pratama di Badan Pangan Nasional Jakarta, Kamis (30/6/2022).

Arief mengatakan bahwa saat ini masyarakat Indonesia mengurangi konsumsi daging.

 BACA JUGA:Atasi Wabah PMK, Kepala Daerah Diberi Dana Darurat

"Malah sebenarnya banyak orang yang hari ini mulai mengurangi konsumsi daging. Padahal sebenarnya tidak ada pengaruhnya," jelasnya.

Dia menyebut dalam menstabilisasikan harga dan stok daging di pasaran masih aman.

"Untuk stabilisasi memang kita punya stok daging kerbau sampai dengan akhir tahun memiliki ketersediaan stok kurang lebih 100 ribu ton, kemudian temen kita di Berdikari BUMN punya 20.000 ton daging sapi beku brazil, yang lainnya dari Indonesia sendiri," bebernya.

Perihal pendistribusian stok daging di tengah wabah PMK, pihaknya melakukan skema pendistribusian dengan mengoptimalkan dari tempat yang ada.

"Karena hari ini kita tidak boleh memindahkan stok dari daerah merah ke daerah hijau, sehingga kita optimalkan dari tempat-tempat yang ada hari ini, termasuk kandang-kandang yang ada di lokasi itu sendiri," ungkapnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data siagapmk.id pada Kamis, (30/6/2022) pukul 17.25 wilayah yang terkena wabah PMK saat ini sudah ada di 19 provinsi dan 223 kabupaten/ kota yang tertular.

Adapun untuk kasus hewan ternak yang terjangkit PMK saat ini sudah mencapai 298.474 kasus. Sedangkan hewan sembuh hingga saat ini jumlahnya baru 98.380 ekor hewan. Sementara untuk hewan yang belum sembuh mencapai 195.260 ekor hewan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini