Share

Fakta Menarik Minyakita hingga Iming-Iming Mendag ke Pengusaha

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Minggu 03 Juli 2022 03:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 320 2621770 fakta-menarik-minyakita-hingga-iming-iming-mendag-ke-pengusaha-oe4i78gPU5.jpg Fakta menarik minyakita (Foto: Antara)

JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengumumkan nama baru untuk merek minyak goreng curah yang dikemas ke kemasan sederhana. Dia menyebut minyak goreng curah kemasan sederhana tersebut dilabeli nama Minyakita.

"Nanti ditulis depannya harga Rp14.000 per liter, mereknya Minyakita, kalau kemasan kan bisa masuk ke market besar," ujarnya saat melakukan kunjungan di kawasan Klender, Jakarta Timur.

Berikut fakta menarik Minyakita yang dirangkum di Jakarta, Minggu (3/7/2022).

1. Masih dalam Tahap Perizinan BPOM

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menjelaskan, minyak goreng curah kemasan sederhana itu masih dalam tahapan proses perizinan di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

"BPOM sedang menyiapkan minyak goreng curah kemasan sederhana, nanti mulai Senin lah ya, sekarang lagi di urus izinya," jelasnya.

2. Ongkos Produksi Bakal Ditanggung Produsen Minyak Goreng Curah

Mendag Zulhas berharap setelah minyak goreng curah kemasan sederhana ini diproduksi, maka bisa menembus pasar yang lebih luas.

"Kalau sudah kemasan itu pasarnya akan lebih luas," harapnya.

Terkait ongkos produksi, menurut bakal ditanggung oleh produsen minyak goreng curah.

"Ini sama dengan program MGCR (minyak goreng curah rakyat), yang beda hanya pada kemasannya, (biaya) ditanggung produsen, jadi tidak naik lagi," pungkasnya.

3. Iming-Iming Mendag ke Pengusaha

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menjanjikan kuota ekspor bagi produsen minyak goreng yang membantu pemerintah menyukseskan program Minyakita, minyak goreng rakyat kemasan sederhana Rp14.000/liter.

"Secara khusus, kami meminta dukungan para produsen dalam memproduksi minyak goreng kemasan sederhana, dengan harga Rp14.000/liter. Sebagai kompensasi, akan diberikan kuota ekspor CPO kepada produsen sawit yang mendukung program migor kemasan sederhana ini," terang Mendag Zulhas dalam keterangan resminya, Selasa (28/6/2022).

4. Kebutuhan Produsen Akan CPO Meningkat

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai, dengan dibukanya keran ekspor CPO, maka kebutuhan produsen akan CPO akan meningkat dan tentunya juga akan berdampak pada kebutuhan produsen akan tandan buah segar (TBS) dari petani sawit pemerintah.

"Kalau stok CPO di produsen tersalurkan baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun untuk ekspor, maka tandan buah segar sawit petani akan lebih terserap. Harga juga akan membaik. Akan tetapi kebutuhan dalam negeri tetap diutamakan. Ada skema yang akan mengatur itu," tegas Mendag Zulhas.

Mendag Zulhas pun secara tegas meminta pengusaha ataupun produsen minyak goreng agar membeli sawit petani rakyat paling tidak Rp1.600/kg seperti arahan pemerintah yang diputuskan dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini