Share

Mengenang Tjahjo Kumolo, Menpan RB Penggemar Batu Akik

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Jum'at 01 Juli 2022 20:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 320 2622107 mengenang-tjahjo-kumolo-menpan-rb-penggemar-batu-akik-mVIF5gvZge.jpeg Menpan RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia. (Foto: okezone.com/Kemenpan RB)

JAKARTA - Tjahjo Kumolo meninggal dunia hari ini. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi meninggalkan kenangan mendalam Bangsa Indonesia.

Sang menteri punjangga puitis ini pun dikenal hobi mengoleksi barang-barang antik, antara lain batu akik.

Mengutip dari lama tjahjokumolo.id, Jumat (1/7/2022), Tjahjo hobi mengoleksi barang–barang yang antik. Barang antik yang dikoleksi seperti keris. Banyak keris koleksinya yang berusia ratusan tahun.

Bukan hanya keris, Tjahjo juga suka mengkoleksi batu akik dan mulia. Di rumahnya, koleksi batu akik dann batu mulia cukup banyak.

Di luar kesibukan kerja, Tjahjo ternyata mampu memainkan sejumlah alat musik seperti gitar.

Baca Juga: "Tjahjo Kumolo Selalu Mengedepankan Supaya Kita Semua Bisa Rukun dan Damai"

Sebagai informasi. Tjahjo Kumolo lahir di Surakarta, Jawa Tengah. Merupakan salah seorang politikus Indonesia, dan terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) periode 1987–2014 dari wilayah pemilihan Jawa Tengah I dan sekaligus menjadi Ketua Fraksi PDIP di DPR RI. Kemudian juga menjadi anggota Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri dan informasi di DPR RI.

Tjahjo Kumolo secara mengejutkan dipilih oleh Megawati Soekarnoputri sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPP PDIP periode 2010-2015. Yang mana pada periode sebelumnya duduk sebagai Ketua DPP Bidang Politik PDI-P.

Karier politik terus menjulang. Dia dijuluki “La Ode Lakina Kaogesana Lipu”. Julukan yang diberikan saat melakukan kunjungan kerja (kunker) sebagai Mendagri. Tepatnya ke Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara pada Sabtu 10 Oktober 2015.

La Ode berarti pemberian pujian atau penghargaan kepada seseorang oleh adat Kesultanan Buton. Yakni sebagai negarawan atau bangsawan yang selalu berjuang membangun bangsa dan agama. Kemudian juga mempertahankan adat yang menjadikan budaya. Kaogesana artinya pembesar atau atasan, tingkat kedudukan sosial yang tinggi dalam kesultanan Buton.

Baca Juga: Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia, Ini Profil dan Kiprahnya di Perpolitikan Indonesia

Lakina berarti pimpinan dalam suatu kadie (kawasan) yang masyarakatnya menganut agama Islam. Lipu artinya wilayah yang meliputi negara, daerah, kecamatan, kelurahan, dan desa.

Gelar diperoleh Tjahjo saat menjabat Mendagri di Kabinet Kerja Jokowi periode pemerintahan pertama (2014—2019). Jokowi memuji Tjahjo sebagai politikus yang profesional, demokratis dan tegas. Tepatnya saat mengenalkannya di Istana.

Dia pun diketahui merangkap jabatan sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan Pelaksana Tugas Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham). Sebagai Kepala BNPP, dia sukses bekerja sama dengan kementerian atau lembaga lain.

Mampu menjadikan badan menjadi kawah candradimuka pembangunan daerah perbatasan di Indonesia. Pembangunan daerah perbatasan merupakan salah satu program yang terdapat dalam Nawacita Jokowi.

Namun, kecilnya Tjahjo tumbuh dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi di Semarang. Dia merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip). Yang mana menuntaskan perkuliahan sarjana hukum pada tahun 1985. Semasa kuliah, dirinya aktif terlibat dalam organisasi kepemudaan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Bahkan, pernah menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI pada tahun 1990 sampai 1993.

Dia pandai membaca ‘arah’ perpolitikan. Pada Tahun 1992 mengikuti pendidikan lemhanas dan tercatat ditahun 1984 pernah mengikuti pula program calon pimpinan oleh JICA Jepang, dan berkeliling keliling negara Jepang pada waktu itu.

Tjahjo juga dikenal sebagai juru bicara Taufiq Kiemas. Dia juga menempati posisi Direktur Sumber Daya Manusia Penelitian Pengembangan (SDM Litbang) Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan pada tahun 1999 sampai 2002.

Tjahjo juga terpilih menjadi anggota DPR periode 1999—2004 dari partai barunya. Pada saat itu, Tjahjo bertugas sebagai Wakil Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI (1999—2002) dan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI (2002—2003). Pada Pemilu 2004, dia terpilih lagi di DPR dan menjadi anggota Komisi XI serta anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen DPR RI (2004—2008).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini