Share

Daftar Peserta Tax Amnesty Jilid II, Ada PNS, Penyanyi hingga YouTuber

Viola Triamanda, Jurnalis · Jum'at 01 Juli 2022 20:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 320 2622108 daftar-peserta-tax-amnesty-jilid-ii-ada-pns-penyanyi-hingga-youtuber-e7ZRnoCSlJ.jfif Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/DJP)

JAKARTA - Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau tax amnesty jilid II diikuti penyanyi, PNS hingga YouTuber. Tercatat pengungkapan harta dalam program ini mencapai Rp594 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, berdasarkan data akhir Program Pengungkapan Sukarela, kalangan pengusaha atau pegawai swasta mengungkapkan harta sebesar Rp300,04 triliun. Untuk jasa perorangan lainnya sejumlah Rp59,16 triliun, perdagangan eceran senilai Rp13,66 triliun, PNS sebesar Rp9,72 triliun dan real estat Rp9,48 triliun.

Baca Juga: 11 Konglomerat RI Ikutan Tax Amnesty, Berapa Harta yang Diungkap?

"Jasa perorangan lain ini seperti dokter, lawyer, notaris, penyanyi, YouTuber, pekerja pribadi" kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Jumat (1/7/2022).

Diketahui program tax amnesty jilid II yang digelar selama 6 bulan sejak 1 Januari hingga 30 Juni 2022 berhasil mengungkap harta bersih sebesar Rp594,82 triliun. Pembayaran kewajiban dari harta yang diungkapkan itu terkumpul ke negara Rp61,01 triliun.

Baca Juga: Tax Amnesty Jilid II Ditutup, Sri Mulyani: Tidak Ada Lagi Pengampunan Pajak

Mayoritas jenis harta berasal dari uang tunai Rp263,15 triliun, setara kas Rp75,43 triliun, tabungan Rp59,97 triliun, deposito Rp36,44 triliun, dan tanah bangunan Rp26,35 triliun.

Selama 6 bulan pihak DJP telah berupaya mengajak wajib pajak bergabung ikut tax amnesty jilid II dengan cara sosialisasi di seluruh media sosial, persuasi dan penyuluhan melalui stand yang tersedia di beberapa titik hingga mengirimkan email kepada seluruh wajib pajak.

"Saya pun nerima dari Pak Suryo (Direktur Jenderal Pajak), diingatkan kalau saya masih punya harta yang belum kita disclose. Hampir semuanya mendapatkan surat email dari Direktorat Jenderal Pajak. Email itu dikirim karena memang mereka punya database dari SPT," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini