Share

Presiden Jokowi Bertemu Investor di Abu Dhabi, dari Bos Lulu hingga CEO Group G42

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 02 Juli 2022 07:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 02 320 2622218 presiden-jokowi-bertemu-investor-di-abu-dhabi-dari-bos-lulu-hingga-ceo-group-g42-Bz9EPklTNd.jpg Presiden Jokowi bertemu sejumlah pengusaha di UEA (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo bertemu dengan sejumlah investor dan pengusaha, dalam kunjungan kerjanya ke Persatuan Emirat Arab (PEA). Investor dan pengusaha yang bertemu dengan Presiden Jokowi antara lain Bos Lulu hingga CEO Group G42.

Dialog dilakukan di Hotel Emirates Palace, Abu Dhabi, PEA, Jumat (1/7/2022). Pada pertemuan itu terdapat 4 investor yang hadir, yaitu National Security Advisor Sheikh Tahnoun bin Zayed Al Nahyan, CEO Group G42 Ltd Peng Xiao, CEO Abu Dhabi Holding Mohamed Hassan Al Suwaidi, dan Executive Director Lulu Group Ashraf Ali. Demikian dikutip dari Instagram Sekretaris Kabinet.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut yaitu Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Duta Besar RI untuk PEA Husin Bagis, Kepala Badan Otorita IKN Bambang Susantono, dan Kepala Indonesia Investment Authority (INA) Ridha Wirakusumah.

Menteri BUMN Erick Thohir yang turut serta dalam pertemuan mengatakan bahwa para investor dan pengusaha PEA optimistis untuk bekerja sama dalam beberapa proyek kedua negara.

"Alhamdulillah tadi pertemuan Bapak Presiden dengan beberapa perusahaan investasi dari Abu Dhabi di mana mereka sangat optimistis untuk bekerja sama dalam beberapa proyek yang bisa disinergikan antara dua negara, yaitu UAE, Abu Dhabi, dengan tentunya Indonesia," ujar Erick selepas pertemuan.

Menteri BUMN memaparkan, setidaknya ada empat poin yang didiskusikan Presiden Jokowi dengan para pengusaha, yaitu pertama terkait logistik udara, ibu kota Nusantara (IKN), pertemuan itu turut membahas soal pembangunan wisata laut dalam konteks ekonomi biru atau blue economy, serta dalam pertemuan juga dibahas mengenai perbandingan kebijakan keuangan Indonesia dengan banyak negara.

Erick menyebutkan, di era sekarang yang penuh ketidakpastian dalam hal logistik dan rantai pasok, Indonesia dan PEA bisa menjadi mitra yang saling menguntungkan. Di mana Indonesia sebagai pusat dari supply chains karena Indonesia kaya dengan sumber daya alam antara lain energi dan pangan.

Secara bersamaan PAE ini bisa menjadi jendela untuk Indonesia untuk melakukan transaksional dari barang-barang kita ke luar negeri.

"Ini juga jadi bagian pembukaan lapangan kerja yang sangat besar untuk Indonesia dan tentu bagaimana kita bisa memaksimalkan kerja sama ekonomi," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini