Share

Pedagang Hewan Kurban: Biaya Pengeluaran Lebih Tinggi karena Wabah PMK

Heri Purnomo, Jurnalis · Sabtu 02 Juli 2022 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 02 320 2622402 pedagang-hewan-kurban-biaya-pengeluaran-lebih-tinggi-karena-wabah-pmk-JOtRTO7NvR.jpg Pedagang kurban mengeluhkan wabah PMK (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) merugikan peternak dan pedagang hewan kurban. Bahkan Pedagang Hewan Kurban mengaku biaya penggeluran jadi lebih tinggi akibat adanya wabah PMK.

"Biaya perawatan naik jauh, karena kemaren obat obatan yang saya beli di luar dari dinas (dinas Kesehatan) itu ya hampir Rp3 jutaan," ujar Darwis (29) pedagang hewan kurban kepada MNC Portal, Sabtu (2/7/2022).

Selain biaya obat, Darwis mengatakan bahwa saat ini perlu melakukan penambahan terhadap karyawannya. Hal itu dilakukan karena perawatan dalam kondisi PMK butuh tenaga yang ekstra.

"Belum biaya ekstra tenaga, tahun kemarin saya hanya butuh dua orang anak buah kandang sekarang ber lima, karena penanganannya harus lebih ektra," katanya.

Selain itu, Darwin mengatakn dirinya juga perlu mengeluarkan dana tambahan untuk mengurus perizin dan pengurusan surat kesehatan.

"Untuk sekarang modal yang dikeluarkan lebih tinggi dari tahun sebelumnya, dimana hal itu dikarenakan perizinan dan pengurusan kesehatan itu lumayan mahal dan belum lagi pengecekan dari daerah asal sapi dan di daerah sini (lapaknya)," katanya.

Adapun jumlah hewan yang ia jual saat ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana pada tahun sebelumnya sekitar 200 ekor, namun saat ini hanya 126 ekor.

"Saya kurangi, tahun lalu saya belanja 200 ekoran, kalo sekarang 126, itu berkurang 40 persenan lah, karena kekhawatiran nya ada nya pmk," katanya.

"Jadi kalo sapi tumbang dan untung kita nggak seberapa kemudian sapinya tumbang (karena PMK) itu perih kali diceritakan," katanya.

Dirinya berharap sapi yang sudah ia jual habis terjual meskipun keuntingan yang didapatkan tidak seberapa.

"Saya cukup berharap bukan untung brsar tapi lebih ke sapinya selamat semua, itu aja, udahlah lupain dulu masalah keuntungan dan yang menting bisa dagang sampai akhir," pungkasnya.

Sebagai informasi, Wabah PMK telah menyebar ke 20 provinsi dan 227 Kota/Kabupaten.

Berdasarkan data yang dilihat dari situs siagapmk.id Sabtu, 2 Juli 2022 pukul 12.00 WIB, terdapat 311.252 kasus PMK. Wabah PMK telah menyebar ke 20 provinsi dan 227 Kota/Kabupaten. Di mana kasus aktif yang masih tersisa yakni sebanyak 202.249 ekor, dinyatakan sembuh 104.373 ekor, potong bersyarat 2.705 ekor dan dinyatakan mati 1.905 ekor. Total hewan yang sudah divaksin 234.153 ekor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini