Share

Inflasi Tinggi Jadi Sinyal Bahaya untuk Ekonomi Indonesia

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 03 Juli 2022 03:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 02 320 2622539 inflasi-tinggi-jadi-sinyal-bahaya-untuk-ekonomi-indonesia-sD0e731VZa.jpg Inflasi tinggi sinyal bahaya bagi ekonomi (Foto: halomoney)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan dengan inflasi yang mencapai angka 4,35% secara tahunan (year on year/yoy) merupakan sinyal bahaya bagi perekonomian Indonesia.

Hal tersebut akan mengakibatkan masyarakat membayar atau mengeluarkan baiaya lebih mahal dibandingkan sebelumnya.

"Ini sinyal bahaya, kan seharusnya on the track, inflasi yang terjadi saat ini bahwa masyarakat harus membayar lebih mahal untuk beberpa pengeluaran karena inflasi ini," ujarnya.

Menurutnya, jika inflasi ini terus bergerak meningkat, hal itu akan mengakibatkan daya beli masyarakat berkurang, dan yang terjadi adalah pertumbuhan ekonomi melambat.

"Jelas, karena dengan kenaikan ini. Masyarakat harus membayar lebih mahal kebutuhannya dan akan berdampak kepada daya beli masyarakat yang berkurang," katanya.

Tauhid Ahmad mengatakan bahwa inflasi yang terjadi Indonesia saat ini dipengaruhi oleh harga-harga pangan yang naik serta adanya ekspektasi masyarakat akan kenaiakan harga bbm. Sehingga masyarakat sudah mulai melakukan pengaturan harga.

"Terutama para pelaku usaha yang harus melakukan penyesuaian harga lebih dahulu, agar harga-harga produk bisa katakanlah tidak terlalu tinggi dikemudian hari kenaikannya," katanya.

Baca Selengkapnya: Inflasi Juni Tertinggi Sejak 2017, Lampu Kuning untuk Ekonomi Indonesia

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini