Share

Simak Ya! 10 Cara Mengurangi Pengangguran di Indonesia secara Efektif dan Benar

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Minggu 03 Juli 2022 22:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 03 622 2622858 simak-ya-10-cara-mengurangi-pengangguran-di-indonesia-secara-efektif-dan-benar-faX3kFwtiI.jpg 10 Cara Mengurangi Pengangguran (Foto: Freepik)

JAKARTA -  Ada 10 Cara mengurangi pengangguran di Indonesia secara efektif dan benar. Pengangguran merupakan masalah tahunan yang tak kunjung usai. Sebab, setiap tahun jumlah pengangguran di Indonesia tinggi bahkan tak jarang terus bertambah.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pengangguran di Indonesia ada sebanyak 8,40 juta orang per Februari 2022. Jumlah tersebut turun sekitar 350.000 orang dari posisi per Februari 2021 yang mencapai 8,75 juta orang. Meski begitu, BPS mencatat tingkat pengangguran di Indonesia masih tinggi dan belum kembali ke posisi sebelum pandemi.

Lantas, bagaimana cara mengurangi pengangguran di Indonesia secara efektif dan benar? Untuk mengetahuinya, simak ulasan okezone.com berikut ini.

10 Cara Mengurangi Pengangguran di Indonesia secara Efektif dan Benar

1. Membuka Lapangan Kerja

Untuk mengatasi pengangguran salah satu caranya dengan membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Dengan meningkatnya lowongan pekerjaan, maka semakin banyak pula pencari kerja yang akan melamar. Dengan begitu, dapat meningkatkan peluang para pencari kerja mendapatkan pekerjaan.

2. Meningkatkan Peredaran Modal Usaha

Modal usaha juga perlu ditingkatkan peredarannya untuk dapat mengatasi meningkatnya angka pengangguran di Indonesia. Meningkatnya peredaran modal usaha dapat membuat jumlah tenaga kerja menjadi bertambah.

3. Meningkatkan Mutu Pendidikan

Pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan juga menjadi salah satu cara mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Mutu pendidikan yang baik memungkinkan untuk mendapat kesempatan kerja yang lebih luas.

4. Mendirikan Pusat-pusat Latihan Kerja

Pusat latihan kerja juga harus didirikan demi melaksanakan pelatihan tenaga kerja guna mengisi formasi yang tersedia. Dengan begitu, SDM yang akan bekerja memiliki pengalaman dan sertifikasi di bidang tertentu.

5. Mendorong Kegiatan Investasi

Pemerintah hendaknya mendorong masuknya investasi dari dalam negeri maupun luar negeri yang dapat memberi banyak peluang kerja di Indonesia.

6. Meningkatkan Transmigrasi

Transmigrasi termasuk strategi pemerintah untuk memeratakan jumlah penduduk dari pulau yang berpenduduk padat ke pulau yang masih jarang penduduknya. Program ini dapat mengoptimalkan sumber kekayaan alam yang ada.

7. Melakukan Deregulasi dan Debirokrasi

Deregulasi dan debirokrasi yang dilakukan di berbagai bidang industri dapat merangsang adanya investasi baru. Deregulasi merupakan perubahan peraturan main terhadap bidang-bidang tertentu. Deregulasi umumnya ke arah penyederhanaan peraturan.

Sementara debirokrasi adalah perubahan struktur aparat pemerintah yang menangani bidang-bidang tertentu. Debirokrasi secara sederhana penyederhanaan jumlah pegawai/lembaga pemerintah yang menangani sebuah urusan tertentu.

8. Menempatkan Pencari Kerja di Tempat yang Tepat

Menempatkan pencari kerja di tempat yang tepat menjadi cara agar pencari kerja lebih mudah mendapatkan pekerjaan dan lebih loyal pada perusahaan. Tak hanya itu, pemerataan pekerja di berbagai bagian juga dapat membuat pekerjaan lebih mudah dilakukan. Dengan begitu, produktivitas pekerja meningkat dan dapat membantu mengurangi pengangguran sebab salah penempatan pekerjaan.

9. Melatih Para Pencari Kerja menjadi Wirausahawan

Pelatihan menjadi wirausahawan dilakukan agar lowongan kerja menjadi semakin banyak dan tingkat pengangguran menjadi menurun. Dengan melatih sesuai passion dapat membantu para pencari kerja mampu membuka usaha sendiri.

10. Memberikan Penyuluhan ke Masyarakat

Dilakukan penyuluhan kepada masyarakat sebab banyak orang menganggap bahwa pengangguran adalah masalah yang harus diatasi oleh pemerintah, padahal pengangguran juga dapat diatasi oleh pencari kerja. Pencari kerja yang awam dengan keuangan dan teknologi tentunya akan lebih mudah diterima oleh perusahaan dibandingkan dengan yang tidak awam.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini