Share

Investor Ragu Soal Kepastian Hukum dan Keamanan Investasi Indonesia

Ikhsan Permana, Jurnalis · Senin 04 Juli 2022 19:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 320 2623536 investor-ragu-soal-kepastian-hukum-dan-keamanan-investasi-indonesia-nkFHwRfACh.jfif Hambatan Investasi di Indonesia. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Indonesia gencar meningkatkan investasi baik dari penanam modal asing maupun modal dari dalam negeri. Pengusaha pun menilai ada tiga kunci supaya investasi di Indonesia dapat meningkat.

Wakil Ketua Umum Apindo Suryadi Sasmita mengatakan, ada tiga kunci utama yang membuat investor yakin untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Dia mengungkapkan yang paling pertama yang diharapkan oleh para investor adalah kepastian hukum.

Baca Juga: Putin Segera Investasi Kereta hingga Nuklir di Indonesia

"Jangan setiap ganti menteri, ganti juga peraturannya. Tiap ganti Gubernur ganti juga peraturannya dan setiap hari ada pergantian atau perubahan tentang kebijakan-kebijakan," kata Suryadi dalam konferensi pers mengenai Program Pengungkapan Sukarela (PPS) di Jakarta, Senin (4/7/2022).

Menurutnya, hal inilah yang membuat pengusaha bingung, karena setiap perusahaan memiliki dua sampai tiga orang yang melakukan pemantauan terkait perubahan-perubahan aturan.

Baca Juga: Pengusaha Ungkap Ada Investasi Rp1.800 Triliun Siap Masuk Indonesia

Kemudian yang kedua menurutnya adalah faktor keamanan. Faktor keamanan menjadi hal yang sangat penting apalagi sebentar lagi Indonesia akan menghadapi tahun politik.

"Dengan adanya tahun politik satu dua tahun ke depan, ini keamanan harus terjaga dengan baik karena pengusaha paling takut kalau kena gak aman," ujarnya.

Yang terakhir dan paling membingungkan menurutnya adalah mengenai perizinan. Dia mencontohkan sistem online single submissiion (OSS) yang sampai sekarang belum berjalan dengan baik. Pemerintah pusat dengan pemerintah daerah tidak sinkron.

"Kalau perpajakan menurut saya semakin hari semakin baik, karena dengan bertambah banyaknya wajib pajak baru otomatis penerimaan itu bertambah bukan dari itu lagi itu lagi jadi yang baru juga sudah bisa menopang. Jadi menurut saya sistem ini akan mengajar pengusaha untuk semuanya terbuka," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini