Share

Bikin Lega Investor Saham, IHSG Rebound 101,39 Poin Setelah Babak Belur 6 Hari

Zuhirna Wulan Dilla, Jurnalis · Selasa 05 Juli 2022 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 05 278 2623851 bikin-lega-investor-saham-ihsg-rebound-101-39-poin-setelah-babak-belur-6-hari-Ax3CNUF8A8.jpg IHSG hari ini. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Siang ini performa IHSG bikin lega para investor saham. Pasalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound dan membuat pola bungee jumping dengan lompatan 101,39 Poin pada siang ini dibanding sore kemarin.

Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG terus merosot tajam. Bahkan pada sesi terakhir perdagangan Senin (4/7/2022) sore. IHSG ditutup turun 155,15 poin atau 2,28% ke 6.639,17. Tetapi layaknya bungee jumping, begitu terjun bebas kini IHSG melompat tajam sejak awal perdagangan dan sesi pertama hari ini ditutup lompat 101,39 poin atau 1,53% di 6.740,56.

Sesuai proyeksi sejumlah analis saham, IHSG hari ini berpotensi menguat di tengah Bursa Amerika Serikat yang tutup merayakan Independence Day. Bahkan Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang memproyeksikan IHSG hari ini akan bergerak di rentang 6.538- 6.762.

 BACA JUGA:IHSG Naik 1,5% ke 6.740 pada Jeda Makan Siang

Analisa itu berdasarkan asumsi tekanan jual di IHSG berpeluang melandai setelah sebelumnya selama 6 hari turun cukup tajam sebesar 5,81%.

"Tekanan jual di Bursa Indonesia Selasa ini berpeluang cooling down alias melandai setelah sebelumnya selama 6 hari IHSG turun cukup tajam sebesar 5,81% sehingga penguatan IHSG tersisa hanya 0,88% YTD mendekati level awal tahun 2022," ungkap Edwin dalam risetnya, Selasa (5/7/2022).

Menurut Edwin, tetap akan ada angin segar datang dari penguatan harga beberapa komoditas seperti: Coal +4.34%, Oil +2.03%, Nikel +3.7% dan Timah +0.75%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup tumbuh 101,39 poin atau 1,53% di 6.740,56.

Sesi siang ini menunjukkan indeks acuan mampu melakukan rebound, setelah dihantam koreksi dalam enam hari terakhir. Sepanjang perdagangan sesi pertama, terdapat 382 saham menguat, 154 saham melemah, dan 140 lainnya stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp5,89 triliun dari 11,97 miliar saham yang diperdagangkan.

Sebagian besar indeks menguat antara lain energi 4,21%, kesehatan 0,84%, infrastruktur 1,29%, industri 2,23%, bahan baku 1,68%, properti 0,68%, siklikal 0,49%, teknologi 1,23%, non-siklikal 0,76%, dan keuangan 1,42%. Sedangkan yang melemah hanya transportasi 0,04%.

Kendati demikian, sentimen negatif yang sangat perlu diwaspadai berasal dari mulai kembali dinaikkannya Level PPKM di Jabodetabek menjadi level 2 serta turunnya harga komoditas seperti CPO yang kembali jatuh tajam di hari kedua sebesar -7.83% (sehingga selama 2 hari harga CPO turun tajam sebesar -11.9%) serta turunnya harga Emas sebesar -0.25% di tengah semakin melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar mendekati level Rp15.000.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini