Share

Astra International (ASII) Akuisisi Saham Bank Jasa Rp3,8 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 05 Juli 2022 16:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 05 278 2624050 astra-international-asii-akuisisi-saham-bank-jasa-rp3-8-triliun-jSCdvBqJSj.jpg ASII Akuisisi Saham (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) kembali mengakuisisi bank setelah sebelumnya melepas bank Permata.

Di mana perseroan melalui anak usahanya, PT Sedaya Multi Investama membeli sebanyak 1.138.088 lembar saham atau 49,56% dari total saham baru yang diterbitkan PT Bank Jasa Jakarta senilai Rp3,876 triliun.

Disebutkan, aksi korporasi tersebut tertuang dalam perjanjian penyerapan saham antara Bank Jasa Jakarta dan Sedaya Multi Investama pada tangal 1 Juli 2022. Di mana penjelasan perseroan mengungkapkan, tujuan rencana transaksi ini sebagai pengembangan usaha dan invesasi Sedaya Multi Sedaya.

Selain itu, Welab Sky Limited salah satu pemegang saham lama akan meningkatkan kepemilikannya di Bank Jasa Jakarta. Namun diingatkan, rencana peningkatan modal itu juga tunduk pada diperolehnya persetujuan OJK.

Jika rencana transaksi ini rampung, Welab Sky Limited akan memiliki 49,56% dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor Bank Jasa Jakarta.

Sebelumnya, ASII telah memiliki sebanyak 88,09% porsi saham PT Bank Permata Tbk (BNLI), tapi kemudian dijual senilai Rp33 triliun pada bulan Mei 2020. Di kuartal pertama 2022, PT Astra International Tbk mencatatkan laba bersih Rp 6,85 triliun.

Angka itu melonjak 84% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalumencapai Rp 3,72 triliun. Peningkatan laba tersebut seiring dengan kinerja yang lebih baik dari semua bisnis Grup.

Khususnya, divisi alat berat dan pertambangan, otomotif, jasa keuangan, serta agribisnis. Sementara pendapatan bersih konsolidasian ASII pada kuartal I 2022 sebesar Rp71,9 triliun, meningkat 39% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021.

Nilai aset bersih per saham pada 31 Maret 2022 sebesar Rp4.427, meningkat 4% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2021.

Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan Astra International, mencapai Rp36,2 triliun pada 31 Maret 2022, dibandingkan Rp30,7 triliun pada akhir tahun 2021.

Kemudian utang bersih anak perusahaan jasa keuangan ASII sedikit meningkat dari Rp39,2 triliun pada akhir tahun 2021 menjadi Rp39,3 triliun pada 31 Maret 2022.

Presiden Direktur Astra International (ASII), Djony Bunarto Tjondro mengatakan, grup membukukan kinerja yang baik pada kuartal pertama tahun 2022, didukung oleh pemulihan ekonomi domestik dan harga komoditas yang lebih tinggi.

Meskipun situasi pandemi telah membaik, lanjutnya, grup diperkirakan akan terus menghadapi ketidakpastian dari Covid-19 dan tantangan eksternal lainnya.

“Namun demikian, didukung oleh posisi keuangannya yang kuat, Grup berada pada posisi yang tepat untuk mencari peluang bisnis baru guna mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Kemudian laba bersih grup meningkat 84% menjadi Rp6,9 triliun, mencerminkan kinerja yang lebih baik dari semua bisnis Grup, khususnya, divisi alat berat dan pertambangan, otomotif, jasa keuangan, serta agribisnis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini