Share

ACT Jadi Sorotan, Begini Tanggapan PPATK Soal Donasi

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 05 Juli 2022 18:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 05 320 2624165 act-jadi-sorotan-begini-tanggapan-ppatk-soal-donasi-DfNuQJh8zJ.JPG

JAKARTA - Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menanggapi soal pemberitaan baru-baru ini mengenai Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Diketahui, baru-baru ini Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) diduga melakukan penyelewengan dana umat.

Presiden ACT Ibnu Khajar juga mengakui hal tersebut.

Dia mengklaim, bahwa apa yang dilakukan pihaknya tidak sewenang-wenang mengambil dana infak sodaqoh yang telah diamanahi oleh masyarakat.

 BACA JUGA:ACT Akui Penyelewengan Dana Infak 13,7%, Ini Respons MUI

Dia meyakini dana yang diambil ACT adalah sebesar 13,7% dan telah sesuai syariat.

Menanggapi kejadian ini, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana pun meminta masyarakat sebaiknya lebih bijak jika ingin donasi.

Menurutnya, niat baik ini perlu diperhatikan pemilihan platform dalam menyalurkan donasi baik online atau secara langsung kepada pengelola.

Hal tersebut agar donasi yang diberikan dapat secara benar, tepat dan amanah.

"Adanya indikasi dugaan penyelewengan penggunaan dana yang diterima Ini sudah terendus sejak dari masyarakat dan para pihak lain. laporan disampaikan oleh Penyedia Jasa Keuangan/PJK kepada PPATK," kata Ivan dikutip Antara, Selasa (5/7/2022).

Dia menjelaskan kalau sangat mungkin sumbangan yang disampaikan dapat disalahgunakan oleh oknum untuk tujuan yang tidak baik.

Bahkan, PPATK pernah menemukan sumbangan melalui kotak amal yang terletak di kasir toko perbelanjaan, yang identitasnya tidak jelas dan akuntabilitasnya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Dia membenarkan kalau menyumbang dan berbagi memang dianjurkan oleh seluruh ajaran agama, akan tetapi para donatur hendaknya waspada dalam memilih kemana atau melalui lembaga apa sumbangan itu akan disalurkan.

Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan masyarakat jika ingin melakukan donasi baik online maupun secara langsung adalah mengenal lembaga atau komunitas yang melakukan penggalangan dana dan donasi.

Serta masyarakat dapat melihat kredibilitas lembaga atau komunitas melalui database Kementerian Sosial, apakah telah terdaftar atau tidak, serta siapa saja nama pengelolanya.

Lalu, asyarakat juga dapat melihat ketersediaan kanal-kanal informasi dan publikasi dari penggalang dana dan donasi tersebut seperti website, media sosial, dan kanal publikasi lainnya yang resmi serta terverifikasi.

Kemudian, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi terkait laporan keuangan serta laporan pertanggungjawaban secara komprehensif oleh penggalang dana dan donasi melalui kanal resmi, seperti melalui website ataupun dalam bentuk lainnya yang dapat diakses secara luas oleh publik.

Dia mengungkapkan beberapa laporan yang baik telah mendapat audit dari akuntan publik.

Masyarakat juga sebaiknya mencoba melakukan cek silang pada salah satu program yang tengah digalang dana dan donasinya, yang mungkin ada di sekitar kita, seperti melakukan kunjungan pada program tersebut, atau mendapatkan informasi melalui sumber informasi sekunder yang valid.

"Melalui upaya ini masyarakat dapat melakukan pengecekan kebenaran program tersebut, serta dapat menanyakan lebih lanjut perihal program yang tengah digalangkan apakah telah berjalan sesuai atau ditemukan ketidaksesuaian," pungkasnya.

Sebagai informasi, dari hasil riset yang dilakukan oleh World Giving Index Charities Aid Foundation (CAF) 2021, Indonesia menjadi negara paling dermawan. Hal ini senada dengan data donasi online yang dirilis oleh salah satu platform galang dana dan donasi online di Indonesia, bahwa sepanjang tahun 2021 tercatat lebih dari 3 juta donatur berdonasi ke aplikasi yang tersedia.

Di mana partisipasi yang dilakukan oleh banyak orang ini disalurkan untuk 36.000 kegiatan atau program penggalangan dana sosial, untuk membantu dan meringankan beban masyarakat yang membutuhkan seperti korban bencana alam, pendidikan, tempat tinggal , hingga program sosial dan kemanusiaan lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini